Mendorong Investasi Berkelanjutan dalam Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Riau

Meningkatkan Investasi Berkelanjutan di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau

Pada 10 Juli 2024, sebuah acara penting digelar dengan tujuan memberikan wawasan serta menjadi platform diskusi bagi para pemangku kepentingan di Provinsi Riau. Fokusnya adalah mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) melalui peningkatan investasi yang berkelanjutan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangannya pada Selasa (16/7/2024) menekankan perlunya peran sektor swasta dalam pengembangan parekraf. “Keterlibatan sektor bisnis sangat krusial untuk memajukan parekraf,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Investasi/BKPM yang telah dianalisis oleh Kemenparekraf, pada tahun 2023 realisasi investasi sektor parekraf untuk Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp58,93 miliar. Tiga sektor usaha teratas adalah restoran, hotel bintang, dan aktivitas biro perjalanan wisata. Sedangkan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp477,06 miliar, dengan sektor usaha teratas meliputi hotel bintang, restoran, dan event/catering.

“Provinsi Riau memiliki potensi parekraf yang besar karena kekayaan budaya dan sejarahnya. Selain itu, lokasinya yang strategis dekat dengan Malaysia dan Singapura memberikan keuntungan aksesibilitas. Jika dikelola dengan baik, ini akan memberikan dampak positif bagi daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lapangan pekerjaan,” kata Menparekraf Sandiaga.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, mengungkapkan bahwa berdasarkan Laporan Statistik Nusantara 2023 (BPS), masyarakat dari Provinsi Riau melakukan 11.557.732 perjalanan, dengan 45,10 persen di antaranya untuk berlibur dan rekreasi. Selain itu, Provinsi Riau menerima 10.782.083 perjalanan, dengan 30,96 persen untuk berlibur atau rekreasi dan 26,86 persen untuk keperluan keluarga.

“Dengan adanya Diskusi Kelompok Terpumpun ini, kami berharap dapat mendorong pengembangan sektor parekraf melalui peningkatan investasi yang berkelanjutan di Provinsi Riau,” ujar Rizki.

Acara ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Direktorat Perencanaan Jasa dan Kawasan Kementerian Investasi/BKPM, Kepala Bappedalitbang Provinsi Riau, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Kepala DPMPTSP Provinsi Riau, Direktur Nimo Enterprise, Co-Founder and President Director PT Infra Migunani Mitayani Infra MM, dan Director Hospitality Service.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan berbagai strategi pengembangan dan peningkatan investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Riau dapat terealisasi. Hal ini akan menjadikan Provinsi Riau sebagai salah satu pusat parekraf yang berkelanjutan di Indonesia.

Diskusi ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama. Melalui pendekatan yang terintegrasi, kita dapat mengoptimalkan potensi Riau sebagai destinasi pariwisata unggulan. Keterlibatan sektor swasta tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, inovasi, dan manajemen yang profesional. Dengan demikian, Provinsi Riau tidak hanya akan menjadi pusat parekraf di Indonesia, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui peningkatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×