Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama USAID Indonesia baru saja melepas 26 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang akan melanjutkan studi jenjang S3 di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Acara pelepasan yang penuh makna ini digelar di Plataran Tiga Dari, Jakarta, dan juga disiarkan secara daring.
Dalam pesan tertulisnya yang diterima InfoPublik pada Senin (19/8/2024), Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, menyampaikan harapan agar para peserta menjadikan kesempatan ini sebagai wujud komitmen dan dedikasi untuk bangsa, sehingga pengalaman yang mereka dapatkan dapat diterapkan demi kemajuan pendidikan di Indonesia.
“Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Menempuh pendidikan S3 bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi dengan ketekunan, kesabaran, dan disiplin diri, kalian pasti akan berhasil,” ujar Suharti, menginspirasi para peserta.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan sosial selama menjalani studi di luar negeri, yang dapat diperoleh melalui koneksi dengan sesama masyarakat Indonesia, mahasiswa lain, dan berbagai individu dari seluruh dunia. Menurut Suharti, dukungan ini sangat krusial dalam menjaga semangat dan motivasi untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik.
“Selesaikan pendidikan ini hingga tuntas dengan menghasilkan tesis yang berkualitas. Saya berharap ilmu dan pengalaman yang kalian peroleh di luar negeri akan menjadikan kalian sebagai guru besar yang berkontribusi di perguruan tinggi masing-masing,” tambahnya.
Kemendikbudristek juga memiliki harapan besar agar seluruh peserta dapat berperan sebagai “duta besar” bagi Indonesia. Kesuksesan mereka dalam studi di luar negeri diharapkan dapat meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia, serta membuka peluang lebih luas bagi masyarakat Indonesia lainnya untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.
“Tunjukkan kepada dunia bahwa orang Indonesia adalah pribadi yang ramah, menghargai orang lain, mampu hidup harmonis dalam perbedaan, dan mencintai perdamaian,” lanjut Suharti.
Suharti juga mengungkapkan apresiasinya atas kemitraan yang kokoh antara Kemendikbudristek dan USAID Indonesia, yang diharapkan terus berlanjut di masa mendatang, memberikan lebih banyak peluang bagi masyarakat Indonesia untuk menimba ilmu di luar negeri.
“Selamat menempuh pendidikan dengan semangat dan tekad yang kuat. Serap sebanyak mungkin pengalaman dan kembalilah ke Indonesia untuk mengembangkan pendidikan di tanah air,” tutup Suharti dengan penuh semangat.
Jeffery P. Cohen, Direktur USAID Indonesia, juga menyampaikan pesan yang tak kalah penting kepada para peserta, mengingatkan mereka untuk menikmati proses pendidikan dengan sepenuh hati dan terus menggali potensi diri di negara tempat mereka menempuh studi.
“Kalian akan bertemu dengan banyak orang, dosen, dan lingkungan baru. Nikmati proses ini, belajarlah dengan tekun, raih pengalaman terbaik, bangun relasi yang kuat, dan selesaikan pendidikan hingga selesai,” ujar Jeffery.
Ia juga menambahkan bahwa di luar kegiatan akademik, terdapat banyak kesempatan untuk pengembangan diri. Jeffery mengajak peserta untuk tidak hanya fokus pada studi, tetapi juga berperan sebagai duta Indonesia yang memperkenalkan kekayaan budaya bangsa ke kancah internasional.
“Semoga program dan kerja sama ini terus berlanjut, mendukung pengembangan diri tenaga pendidik, serta meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pengalaman yang kalian peroleh semoga dapat membantu membangun Indonesia menjadi negara yang lebih besar dan membawa pendidikan Indonesia ke tingkat yang lebih baik,” tutup Jeffery dengan optimisme.
Pesan ini bukan hanya sekadar dorongan bagi para peserta, tetapi juga sebuah ajakan untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada demi mengharumkan nama bangsa dan berkontribusi dalam pembangunan pendidikan di tanah air. Melalui pengalaman mereka, diharapkan bahwa mereka dapat kembali dengan wawasan baru yang mampu mendorong transformasi positif di Indonesia.



