Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya terhadap kemajuan sains, teknologi, dan industri saat membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesa, Institut Teknologi Bandung,.
Acara yang digelar hingga 9 Agustus 2025 ini menjadi ajang prestisius yang menghadirkan lebih dari 2.200 peserta dari berbagai kalangan—mulai dari ilmuwan, akademisi, pelaku industri, diaspora Indonesia di luar negeri, hingga perwakilan kementerian dan BUMN. Forum ini dirancang bukan sekadar tempat diskusi, tetapi juga sebagai jembatan penyatuan visi antara dunia riset dan sektor industri agar lahir inovasi yang benar-benar bisa diterapkan dan memberi dampak nyata.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal arah strategis ini, khususnya melalui penguatan pembangunan talenta digital nasional. Salah satu langkah nyatanya adalah membuka enam program studi baru di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) ‘MMTC’ Yogyakarta, yang kini sedang memasuki tahap penyusunan kurikulum. Tak hanya itu, akses pelatihan digital juga diperluas melalui program Digital Talent Scholarship (DTS) agar peluang belajar teknologi bisa menjangkau masyarakat luas.
“STMM akan meluncurkan enam prodi baru di bidang digital, dan ini akan menjadi pintu lahirnya generasi kreator teknologi masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Meutya menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses ini. “Kita ingin semua masyarakat punya kesempatan yang sama untuk terlibat dan memanfaatkan kemajuan teknologi,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, mengingatkan bahwa investasi pada talenta digital adalah fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. “Kalau kita ingin menjadi bangsa yang memimpin, kita butuh SDM digital yang bukan hanya cerdas, tapi juga kreatif dan adaptif,” ungkapnya.
Jika dilihat dari arah kebijakan ini, jelas bahwa pemerintah ingin memastikan Indonesia tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan juga pencipta inovasi. Dengan modal talenta digital yang kuat, Indonesia berpeluang besar menjadi pemain utama di kancah global—bukan hanya ikut arus, tetapi juga ikut menentukan arah masa depan dunia digital.



