Meriahnya Penutupan Festival Komunitas Literasi dan Sastra

Festival Komunitas Literasi dan Sastra 2024 resmi berakhir pada 12 Desember 2024 di Jakarta, ditutup oleh Hafidz Muksin, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang mewakili Kepala Badan Bahasa. Acara yang berlangsung selama lima hari ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga bagian dari evaluasi program Bantuan Pemerintah (Banpem) bagi komunitas sastra dan literasi nasional. Dengan tema “Komunitas Literasi dan Sastra Berkarya untuk Indonesia Emas,” festival ini bertujuan mendorong pendidikan berkualitas yang inklusif untuk semua lapisan masyarakat.

Pentas karya komunitas sastra dan literasi menjadi salah satu momen yang sangat dinantikan. Acara ini memberikan ruang apresiasi bagi para pegiat sastra dan literasi untuk menampilkan hasil karya mereka, sekaligus menyosialisasikan program bantuan pemerintah. Pentas ini juga berfungsi sebagai wujud transparansi komunitas penerima bantuan kepada publik. Argumen yang dapat ditambahkan di sini adalah bahwa langkah ini tidak hanya memperkuat akuntabilitas, tetapi juga mendorong lebih banyak kolaborasi antara komunitas literasi di seluruh Indonesia. Kolaborasi seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan program literasi nasional yang efektif.

Rangkaian acara festival ini sangat beragam, mulai dari pementasan karya sastra, pameran produk penerima bantuan, hingga diskusi kelompok terpumpun tentang literasi dan sastra untuk mendukung visi Indonesia Emas. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah peluncuran novel dari program residensi penulis di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). Sebagai argumen, peluncuran karya seperti ini menjadi bukti nyata bahwa program pemerintah mampu memberdayakan penulis muda di wilayah yang selama ini kurang terakses. Hasilnya adalah karya sastra yang tidak hanya merepresentasikan keunikan budaya lokal, tetapi juga memperkaya literatur Indonesia secara keseluruhan.

Dalam pidatonya, Hafidz Muksin memberikan penghormatan kepada komunitas literasi, penulis muda, pakar, dan tokoh yang telah berkontribusi besar terhadap pengembangan literasi di Indonesia. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya, melestarikan bahasa daerah, dan meningkatkan peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Argumen yang bisa disoroti adalah bahwa pernyataan ini mencerminkan visi jangka panjang pemerintah untuk menjadikan literasi sebagai fondasi utama pembangunan budaya bangsa.

Hafidz juga mengingatkan agar komunitas literasi tidak bekerja secara terpisah, melainkan memperkuat jejaring kerja, berbagi praktik baik, dan bersinergi. Pesan ini relevan dalam konteks peningkatan kualitas literasi nasional, karena literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga membangun koneksi sosial yang kuat. Sinergi antar komunitas dapat mempercepat pencapaian tujuan literasi nasional, khususnya di wilayah yang masih memiliki kesenjangan akses terhadap pendidikan dan teknologi.

Ganjar Harimansyah, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, menyoroti keberhasilan pentas karya yang menampilkan hasil karya komunitas penerima bantuan. Selain itu, Gelar Wicara yang dihadiri oleh 180 komunitas literasi dan 25 penulis residensi di wilayah 3T berhasil menghasilkan 50 novel baru. Argumen yang bisa ditambahkan adalah bahwa pencapaian ini membuktikan efektivitas program pemerintah dalam menciptakan karya-karya yang mampu mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia. Program ini tidak hanya berdampak pada pengembangan sastra, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi penulis dan komunitas lokal.

Dalam festival ini, komunitas penerima bantuan juga merumuskan rekomendasi untuk perbaikan program di masa mendatang. Ganjar menegaskan bahwa pada tahun 2025, program bantuan akan dikelola oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan program. Sebagai tambahan argumen, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki sistem, sehingga program literasi dan sastra dapat menjadi lebih inklusif, transparan, dan berdampak luas.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×