Pasar Halal Rp20.000 Triliun: Peluang Emas Indonesia di Kancah Global

Dalam satu dekade terakhir, pasar makanan dan minuman halal menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Didukung oleh peningkatan jumlah populasi Muslim secara global, pasar halal diproyeksikan mencapai nilai fantastis, yakni US$1,3 triliun (sekitar Rp20.670 triliun) pada 2025. Angka ini melonjak tajam dari US$899,9 juta pada 2018, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata 5,2% selama periode 2018–2028. Hal ini membuktikan bahwa peluang di industri halal bukan hanya menjanjikan, tetapi juga sangat strategis untuk diambil, terutama oleh negara dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Indonesia.

Menanggapi peluang besar ini, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan, menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat ekosistem industri halal agar bisa menjadi pemain utama di pasar global. “Dengan potensi besar yang kita miliki, saya optimis Indonesia bisa menjadi produsen produk halal terbesar di dunia. Namun, itu hanya mungkin jika semua pihak bersinergi, mulai dari usaha mikro hingga korporasi besar,” ujar Haikal, yang akrab disapa Babe Haikal, dalam pernyataannya di Jakarta.

Langkah serius pemerintah terlihat melalui kebijakan wajib sertifikasi halal yang semakin ketat. Sertifikasi ini, menurut Haikal, bukan hanya jaminan kehalalan, tetapi juga memberikan nilai tambah (added value) bagi produk Indonesia di pasar internasional. Ia menekankan bahwa konsep halal kini berkembang menjadi lebih inklusif. “Halal bukan hanya untuk umat Muslim. Ini adalah gaya hidup yang menjunjung kualitas, kesehatan, dan kebersihan. Halal is for all, sebuah rahmat bagi semua umat manusia,” tambahnya.

Lebih jauh, Haikal mengaitkan potensi pasar halal dengan proyeksi pertumbuhan populasi Muslim global yang diperkirakan mencapai 2,2 miliar jiwa pada 2030, menurut Pew Research Center. Di samping itu, peningkatan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika Utara semakin mendorong konsumsi produk halal. Dengan pendapatan yang terus meningkat, masyarakat di kawasan ini mencari produk halal yang berkualitas, baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai gaya hidup.

Babe Haikal optimistis bahwa Indonesia, dengan ekosistem halal yang kuat, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga menjadi eksportir utama produk halal dunia. “Inilah momentum kita untuk memimpin. Pasar global mencari produk halal yang berkualitas, dan Indonesia harus mengambil peran itu,” tegasnya.

Ia juga menyerukan kolaborasi lintas sektor, termasuk kementerian, pemerintah daerah, swasta, dan UMK, untuk membangun ekosistem halal yang lebih tangguh. “Edukasi, sosialisasi, dan fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMK harus digencarkan. Kita ingin UMK naik kelas, mampu memenuhi standar halal, dan bersaing secara global, baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun harga,” tutup Haikal.

Dengan sinergi ini, Indonesia berpeluang besar menjadi pusat industri halal dunia, mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama dalam pasar halal global yang terus berkembang pesat.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×