Pemanfaatan Dana Desa: Langkah Strategis Dukung Ketahanan Pangan

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menunjukkan komitmen kuatnya untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat desa dengan memanfaatkan 20 persen dari Dana Desa. Langkah ini dipastikan oleh Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, yang mewakili Menteri Desa Yandri Susanto dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan di Sulawesi Selatan. Dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan tersebut, strategi pemanfaatan Dana Desa menjadi salah satu bahasan utama.

Samsul Widodo menyampaikan bahwa Kemendes PDT siap menjadi motor penggerak dalam menyukseskan program ketahanan pangan di desa-desa. Konsep ini, menurutnya, tidak hanya soal memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga tentang mengembangkan produk unggulan lokal. “Menteri Desa selalu menggambarkan desa-desa dengan identitas spesifik, seperti desa cabai, desa padi, atau desa ikan,” ujarnya. Konsep ini bertujuan menciptakan desa yang mampu menghasilkan kebutuhan pangan sendiri sekaligus mengembangkan potensi ekonominya.

Langkah ini menjadi bagian dari seruan nasional untuk segera memulai program Swasembada Pangan. Menurut arahan Menko Bidang Pangan, seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur hingga bupati, harus bergerak cepat mengimplementasikan program ini. Dengan total Dana Desa yang mencapai Rp16 triliun, alokasi minimal 20 persen untuk ketahanan pangan diharapkan mampu memberikan dampak signifikan, baik pada skala lokal maupun nasional.

Selain membahas strategi pemanfaatan Dana Desa, rapat tersebut juga menyoroti isu penting lainnya. Hal-hal seperti peningkatan jaringan irigasi, distribusi pupuk bersubsidi, hingga pemberdayaan peternak lokal menjadi agenda prioritas. Program seperti “Makan Bergizi Gratis” dan peningkatan budidaya ikan juga menjadi perhatian utama, menunjukkan upaya pemerintah yang holistik untuk mendukung ketahanan pangan.

Kerja sama antarpihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lain, diyakini menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi ini diharapkan membawa Indonesia menuju swasembada pangan pada tahun 2027, dengan target besar untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pangan.

Dalam rapat ini, beberapa tokoh penting turut hadir, seperti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, menandai besarnya dukungan lintas sektor. Kesepakatan bersama dalam pertemuan ini memperkuat optimisme bahwa program swasembada pangan dapat tercapai sesuai target.

Langkah yang ditempuh Kemendes PDT ini menjadi gambaran nyata bahwa desa-desa di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional. Tidak hanya memperkuat perekonomian lokal, strategi ini juga menjadi pondasi penting untuk mewujudkan kemandirian pangan yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×