Peringati Hari Pangan Sedunia dengan Literasi Jaminan Pangan Produk Perikanan

Dalam rangka Hari Pangan Sedunia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar program peningkatan literasi terkait keamanan pangan dari sektor kelautan dan perikanan. Literasi ini bertujuan mencerdaskan konsumen agar dapat memilih produk perikanan yang aman, berkualitas, dan kaya gizi, sekaligus menangkal hoaks yang seringkali menyesatkan masyarakat.

“Konsumsi pangan sangat erat kaitannya dengan pemenuhan gizi. Oleh karena itu, kita perlu menjadi konsumen yang cerdas untuk mendapatkan manfaat optimal dari makanan yang kita pilih,” ujar Budi Sulistiyo, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), dalam pernyataan tertulis (23/10/2024).


Pentingnya Pemahaman tentang Keamanan Pangan dan Sertifikasi Produk

KKP menyadari bahwa di era informasi digital, masyarakat rentan terpengaruh berita palsu tentang produk pangan. Untuk itu, KKP secara konsisten melakukan edukasi melalui berbagai media serta bimbingan teknis terkait mutu produk perikanan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk lokal.

“Jangan ragu untuk memeriksa sertifikasi dan informasi nilai gizi pada setiap produk yang ingin kita konsumsi,” lanjut Budi. Sertifikasi dan standar mutu tidak hanya berfungsi untuk memastikan keamanan, tetapi juga menjadi jaminan atas kualitas yang sesuai dengan kebutuhan gizi masyarakat.


Regulasi Ketat: Ambang Batas Merkuri pada Ikan dan Produk Olahan

Selain memberikan edukasi, pemerintah juga menetapkan standar keamanan pangan. Salah satu contohnya adalah pengaturan terkait kandungan merkuri dalam ikan. Indonesia berperan aktif dalam Codex Alimentarius ke-9 di New Delhi tahun 2015, yang menghasilkan standar batas maksimum merkuri pada ikan sebesar 1,0 mg/kg.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri dalam ikan dari berbagai perairan di Indonesia, seperti Aceh, Jakarta, Cilacap, dan Bitung, masih berada di bawah batas aman, yaitu antara 0,12 hingga 0,66 mg/kg,” jelas Budi.

Selain itu, terdapat aturan domestik seperti Peraturan BPOM Nomor 9 Tahun 2022, yang menetapkan batas maksimum merkuri untuk ikan olahan sebesar 0,5 mg/kg, dan untuk ikan predator seperti tuna atau marlin, batasnya tetap di 1,0 mg/kg. Standar Nasional Indonesia (SNI) juga mengatur hal serupa, misalnya SNI 4110:2020 untuk ikan beku dan SNI 8222:2022 untuk produk sarden kaleng.


Langkah Ke Depan: Ikan sebagai Sumber Protein Utama dan Pencegahan Stunting

Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan, menekankan pentingnya menjadikan ikan sebagai lauk pauk utama bagi anak-anak. Kandungan protein dan Omega-3 dalam ikan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan anak serta mencegah stunting.

Ajakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun generasi emas Indonesia 2045, di mana gizi yang baik menjadi salah satu fondasi penting. Kebiasaan mengonsumsi ikan secara rutin bukan hanya memperkuat kesehatan generasi mendatang, tetapi juga mendorong ketahanan pangan nasional.


Peran Ekosistem dan Lingkungan dalam Menjamin Kualitas Ikan

Budi juga menggarisbawahi bahwa kualitas ikan sangat bergantung pada kondisi ekosistem tempat mereka berkembang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau bersama-sama menjaga lingkungan agar habitat ikan tetap sehat dan lestari. “Ekosistem yang terjaga bukan hanya menciptakan produk perikanan berkualitas, tapi juga mendukung keberlanjutan pangan di masa depan,” tambahnya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah, karena ekosistem yang sehat akan menjamin keberlanjutan sektor perikanan, yang pada gilirannya mendukung ekonomi biru dan kesejahteraan nelayan.


Hari Pangan Sedunia: Momentum Membangun Ketahanan Pangan Global

Hari Pangan Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 1981, sebagai respons atas krisis pangan global yang semakin mengkhawatirkan. Resolusi FAO pada konferensi pangan tahun 1979 di Roma menetapkan peringatan ini setiap 16 Oktober, bertepatan dengan hari berdirinya FAO pada tahun 1945 di Quebec City, Kanada.

Peringatan ini menjadi pengingat bagi semua negara untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk melalui diversifikasi konsumsi pangan berbasis ikan. Bagi Indonesia, konsumsi ikan tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat tetapi juga mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan sektor perikanan.


Mari Jadi Konsumen Cerdas dan Dukung Indonesia Emas 2045

Apa yang kita tabur, akan kita tuai di masa depan,” tegas Budi. Dengan memilih produk pangan yang aman dan berkualitas, masyarakat turut berperan dalam menciptakan masa depan yang lebih sehat dan sejahtera. Pemerintah telah menyediakan berbagai regulasi untuk memastikan pangan yang dikonsumsi memenuhi standar keamanan, kini giliran konsumen untuk lebih selektif dan cerdas dalam memilih produk.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor industri, Indonesia dapat mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan kesadaran kolektif dan komitmen bersama, kita bergerak menuju Indonesia Emas 2045, di mana setiap warga negara mendapatkan akses pangan yang aman, berkualitas, dan bergizi.

Mari kita jadikan Hari Pangan Sedunia sebagai momentum untuk terus menjaga lingkungan, mendukung sektor perikanan, dan menjadi konsumen yang lebih bijak. Dengan cara ini, kita tidak hanya memperkuat kesehatan pribadi tetapi juga berkontribusi pada masa depan yang lebih baik bagi bangsa dan dunia.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×