Perluas Pasar Ikan Bermutu lewat Kolaborasi Inovatif

Bersama Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan program “SelectUSA,” sebuah inisiatif strategis yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha perikanan Indonesia menjangkau pasar besar Amerika Serikat. Program ini menawarkan peluang emas bagi pengusaha perikanan untuk memperluas jaringan bisnis dengan otoritas lokal di berbagai negara bagian AS.

Kepala Badan Pengawasan dan Pengendalian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menjelaskan bahwa program ini memberikan akses langsung bagi pelaku usaha terhadap informasi penting, seperti kebutuhan pasar di setiap negara bagian, regulasi yang mempermudah ekspor, hingga insentif kebijakan yang dapat mendukung ekspansi usaha. Tidak hanya itu, pengusaha juga bisa mendapatkan kemudahan terkait pajak dan perizinan, terutama bagi mereka yang ingin mendirikan fasilitas seperti gudang pendingin atau pusat distribusi di AS.

Langkah ini merupakan terobosan baru dalam hubungan antara Indonesia dan AS, di mana untuk pertama kalinya KKP bekerja sama langsung dengan U.S. Department of Commerce. Sebelumnya, kolaborasi serupa telah terjalin dengan US FDA melalui penandatanganan Confidentiality Commitment sejak 2022. Menurut Ishartini, kerja sama ini menunjukkan pengakuan terhadap standar jaminan mutu produk perikanan Indonesia yang telah memenuhi kriteria internasional, termasuk di pasar AS.

Dengan populasi lebih dari 300 juta jiwa, AS menjadi pasar yang sangat menjanjikan. Konsumsi seafood per kapita di negara tersebut tercatat mencapai 8,98 kilogram per orang per tahun. Permintaan produk perikanan, terutama udang, terus mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, konsumsi udang di AS diperkirakan mencapai lebih dari 500 juta kilogram per tahun, menjadikannya peluang besar bagi industri perikanan Indonesia untuk memperkuat eksistensinya di pasar global.

AS pun telah menjadi mitra strategis utama dalam perdagangan perikanan Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga November 2024, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke AS mencapai USD 1,72 miliar. Dalam lima tahun terakhir, tiga komoditas unggulan yang mendominasi ekspor ke AS adalah udang, rajungan-kepiting, dan tuna-cakalang-tongkol. Pada tahun 2024 saja, nilai ekspor udang mencapai USD 0,97 miliar, menjadikannya komoditas perikanan Indonesia yang paling diminati di AS.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistiyo, optimistis program SelectUSA akan menjadi katalis untuk memperkuat akses pasar sekaligus meningkatkan kerja sama di bidang teknologi dan inovasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk membangun sektor perikanan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan memperkuat rantai pasok, mengadopsi teknologi modern, dan terus menjaga kualitas, Indonesia berpeluang memperluas pangsa pasar di AS sekaligus memperkokoh posisinya sebagai pemain utama dalam perdagangan perikanan dunia.

Optimisme ini juga sejalan dengan visi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang menargetkan Indonesia menjadi pemimpin global dalam lima komoditas perikanan strategis dalam 20 tahun mendatang, yaitu udang, lobster, kepiting, rumput laut, dan tilapia. Dengan dukungan kolaborasi internasional seperti program SelectUSA, cita-cita tersebut semakin mendekati kenyataan.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×