Presiden Prabowo Subianto disambut dengan kehormatan tinggi dalam kunjungan kenegaraan ke Malaysia. Setibanya di Istana Negara Malaysia, beliau disambut langsung oleh Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim dan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Sambutan kenegaraan ini mencerminkan eratnya hubungan antara kedua negara yang sudah terjalin sejak lama.
Prosesi dimulai dengan upacara penyambutan kenegaraan di Peterana Diraja, Istana Negara. Lagu kebangsaan kedua negara, “Indonesia Raya” dan “Negaraku”, berkumandang dengan penuh khidmat, menciptakan suasana yang menggetarkan hati. Sebagai simbol penghormatan, dentuman meriam sebanyak 21 kali turut mengiringi kedatangan Presiden Prabowo, menambah kekhidmatan acara ini. Momen ini tidak hanya menjadi simbol protokoler, tetapi juga menunjukkan penghargaan besar Malaysia terhadap Indonesia sebagai mitra strategis.
Dalam rangkaian penyambutan tersebut, Presiden Prabowo melakukan inspeksi pasukan kehormatan yang berbaris rapi di halaman Istana Negara. Prosesi ini, yang kembali diiringi lagu kebangsaan kedua negara, menegaskan rasa persahabatan erat dan saling menghormati antara kedua bangsa. Melalui tradisi ini, terlihat bagaimana hubungan diplomatik kedua negara selalu dijaga dengan penuh martabat.
Setelah upacara penyambutan selesai, Presiden Prabowo bersama Sultan Ibrahim dan PM Anwar Ibrahim melanjutkan agenda resmi di dalam Istana Negara. Presiden Prabowo menandatangani buku tamu kenegaraan, sebuah tradisi yang melambangkan hubungan yang bersifat formal namun penuh kehangatan. Selain itu, delegasi dari kedua negara diperkenalkan dalam suasana yang akrab, menunjukkan upaya nyata dalam memperkuat kerja sama bilateral.
Momen puncak dari kunjungan ini adalah saat Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim menganugerahkan tanda kehormatan Darjah Kerabat Johor Yang Amat Dihormati Pangkat Pertama (D.K I Johor) kepada Presiden Prabowo. Tanda kehormatan ini bukan hanya simbol penghargaan tinggi dari Kerajaan Malaysia, tetapi juga mencerminkan pengakuan terhadap peran penting Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan mempererat hubungan bilateral. Penghargaan ini juga memperlihatkan betapa eratnya ikatan sejarah dan diplomasi antara kedua negara.
Selain itu, Presiden Prabowo melakukan pertemuan penting dengan Sultan Ibrahim untuk membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor. Diskusi ini menunjukkan keseriusan kedua negara dalam menciptakan peluang baru di tengah tantangan global yang terus berkembang. Fokus pembicaraan tentu tidak hanya pada hubungan diplomatik, tetapi juga langkah konkret untuk memajukan kepentingan bersama.
Sebagai penutup kunjungan kenegaraan ini, Presiden Prabowo menghadiri jamuan santap siang kenegaraan yang diadakan oleh Sultan Ibrahim. Jamuan ini menjadi simbol kehangatan hubungan personal antar pemimpin kedua negara. Lebih dari sekadar seremoni, acara ini menandai harapan bersama untuk mempererat kerja sama di masa depan.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap hubungan diplomatik kedua negara. Kolaborasi strategis di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial-budaya, menjadi landasan utama untuk memajukan kedua bangsa. Hubungan yang terjalin kuat ini adalah aset berharga bagi kawasan Asia Tenggara dan menjadi contoh bagaimana kerja sama antarnegara bisa berjalan harmonis untuk kepentingan rakyatnya.



