Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memulai langkah besar dalam mendukung kesehatan dan karakter peserta didik melalui program Makan Bergizi Gratis yang secara resmi diluncurkan hari ini. Bertempat di SMP Negeri 12 Semarang, Jawa Tengah, program ini langsung diterapkan di 190 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 26 provinsi. Tak berhenti di situ, hingga akhir Januari, pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 943 titik SPPG di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen yang serius untuk menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan berdaya saing.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga pembentukan karakter. Ia mengajak peserta didik untuk membiasakan diri berdoa sebelum makan sebagai wujud rasa syukur dan upaya menanamkan nilai-nilai ketakwaan. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan makan, mempraktikkan tata krama, serta menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Dengan langkah sederhana seperti tidak bersuara saat makan dan menghabiskan makanan yang sudah disiapkan ahli gizi, anak-anak diajarkan untuk bertanggung jawab dan menghargai makanan sebagai berkah.
Melalui program ini, pemerintah juga berupaya menanamkan nilai kedisiplinan, di mana anak-anak memulai dan mengakhiri makan secara bersama-sama. Bagi Abdul Mu’ti, program ini adalah upaya untuk tidak hanya menciptakan tubuh yang sehat, tetapi juga karakter yang kuat. Pendidikan karakter yang terintegrasi ini menjadi elemen penting dalam membangun generasi penerus bangsa yang lebih baik.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, melakukan peninjauan program serupa di Kabupaten Bogor, tepatnya di SD Negeri 3 Bojong Koneng dan SMP Negeri 2 Babakan Madang. Ia mengungkapkan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan memastikan asupan gizi sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG), pemerintah optimis pendidikan yang berkualitas dapat tercapai. Hal ini menjadi bukti bahwa investasi pada gizi anak adalah investasi pada masa depan bangsa.
Kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi elemen penting dalam pelaksanaan program ini. Sistem distribusi yang higienis dan efisien telah dirancang untuk menjamin makanan bergizi sampai ke setiap anak, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil. Menariknya, dapur-dapur di titik layanan mampu memproduksi ribuan porsi setiap harinya, memberikan gambaran skala besar dari program ini. Tak hanya itu, program ini juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dengan melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja.
Rasa syukur dan antusiasme datang dari para siswa, salah satunya Fathi Farand Farahmir dari SMP Negeri 2 Babakan Madang. Ia dengan semangat menceritakan bagaimana ia menikmati makanan bergizi seperti nasi, ayam, tahu, sayur wortel, dan jeruk. Bagi Fathi, program ini adalah bukti bahwa pemerintah serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi langkah konkret menuju visi Indonesia Emas 2045. Dengan memberikan perhatian besar pada gizi generasi muda, pemerintah optimis dapat menciptakan generasi unggul yang siap bersaing di kancah global. Inisiatif ini adalah wujud nyata harapan Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih maju dan sejahtera di masa depan.



