PT Brantas Abipraya (Persero) bekerja sama dengan 12 BUMN lainnya untuk memperbarui fasilitas sanitasi di Lapas Cipinang, Jakarta Timur melalui Program BUMN Pelita Warna Tahap Dua 2024.
Menurut Direktur SDM dan Umum Brantas Abipraya, Tumpang Muhammad, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi positif dalam pembangunan nasional melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Fokusnya termasuk revitalisasi sarana sanitasi dengan teknologi bio septitank dan bio digester, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menghasilkan energi berupa biogas untuk kebutuhan lapas.
Di samping itu, program ini juga mencakup pengembangan integrated farming untuk memadukan pertanian dan peternakan, sehingga warga binaan dapat mengakses pangan yang sehat dan bergizi.
Dalam bidang ekonomi, produk seperti roti, kopi, dan kerajinan tangan yang dihasilkan oleh warga binaan akan dipasarkan dengan dukungan pelatihan dan branding untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar. Selain itu, peralatan usaha seperti mesin laser dan alat kemasan disediakan untuk meningkatkan efisiensi produksi kerajinan tangan.
Sementara itu, pada aspek pendidikan, program ini akan menyediakan pelatihan keterampilan dan sosialisasi anti narkoba untuk membantu warga binaan mendapatkan keterampilan berharga yang dapat digunakan setelah mereka selesai masa tahanan.
Edi Eko Cahyono, Asisten Deputi Bidang TJSL Kementerian BUMN, menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata dari tanggung jawab sosial BUMN dalam menciptakan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang baru dan memberikan harapan bagi warga binaan.
Acara peluncuran program ini dihadiri oleh perwakilan 13 BUMN kolaborator, Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta R. Andika Dwi Prasetya, dan Kepala Lapas Cipinang Enget Pulungan Prayer Manik.



