SEAMEO CECCEP sukses menggelar peluncuran Ringkasan Kebijakan Pengembangan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) di Asia Tenggara, Modul Pengasuhan GEMBIRA, dan Aplikasi Anaking, sebagai langkah inovatif untuk memperkuat pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang kebijakan, modul transisi, dan aplikasi digital, sekaligus menjadi wadah dialog antar pemangku kepentingan untuk memperkuat kebijakan serta praktik PAUD. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, membuka acara dengan apresiasi atas manfaat produk-produk ini bagi anak usia dini. Ia menegaskan pentingnya pendidikan sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan, sebagai fondasi membangun generasi unggul yang tangguh secara mental dan intelektual. Menurutnya, pendidikan keluarga juga sangat penting, terutama di tengah maraknya kasus kekerasan pada anak yang sering kali dilakukan oleh orang tua sendiri. Tantangan pengasuhan masa kini, seperti penggunaan gadget yang berlebihan, juga mendapat perhatian khusus. Menteri Mu’ti berharap produk-produk ini dapat diakses secara luas untuk mendorong transformasi pendidikan berkualitas, dengan komitmen pemerintah melalui program wajib belajar 13 tahun dan penyediaan layanan PAUD berkualitas, yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4.2.
Direktur SEAMEO CECCEP, Vina Adriany, menyampaikan bahwa keluaran program ini meliputi Ringkasan Kebijakan PAUD HI, Modul GEMBIRA untuk memfasilitasi transisi PAUD ke SD, dan Aplikasi Anaking yang dirancang untuk memberikan panduan pengasuhan inklusif dan ramah keberagaman. Aplikasi ini diharapkan menjadi sumber informasi praktis yang mendukung pendidikan anak usia dini secara holistik. Deputi Direktur SEAMEO Secretariat, Jhon Arnold Siena, menambahkan bahwa produk ini merupakan bukti komitmen SEAMEO terhadap akses universal pengasuhan dan pendidikan anak usia dini. Dengan pendekatan inovatif dan berbasis data, produk ini diharapkan memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Dalam gelar wicara yang digelar bersamaan, narasumber dari berbagai sektor menyoroti pentingnya sinergi lintas instansi untuk mendukung PAUD HI. Kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Kementerian terkait dipandang sebagai kunci keberhasilan program ini. Pendekatan holistik-integratif yang dimulai bahkan sebelum kehamilan, dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif, serta kebijakan seperti cuti hamil dan cuti ayah juga menjadi sorotan sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak.
Seluruh proses pengembangan, mulai dari riset hingga revisi, melibatkan kerja sama intensif selama setahun penuh. Dengan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, peluncuran ini diharapkan dapat mempercepat transformasi pendidikan anak usia dini di Indonesia, menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, sosial, dan emosional.



