Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Iwan Syahril, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Selasa, 25 Juni. Selama kunjungan tersebut, ia bertemu dengan para Guru Penggerak yang telah berhasil menjabat sebagai kepala sekolah dan pengawas sekolah setelah menyelesaikan program Guru Penggerak dari Kemendikbudristek.
Dirjen Iwan mendengarkan langsung cerita perubahan dan pengalaman dari para Guru Penggerak mengenai implementasi materi Asset-Based Thinking dan budaya disiplin positif dalam pendidikan. Menurutnya, pendekatan berbasis aset penting untuk membangkitkan semangat dan menghadapi tantangan dengan cara yang kreatif, sebagaimana yang telah diterapkan oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia.
Salah satu Guru Penggerak, Munawir, yang juga Kepala SDN 023 Kunyi, berbagi bagaimana penerapan budaya disiplin positif telah mengubah atmosfer sekolahnya, mendorong guru-guru dan siswa untuk lebih teratur dan berkomitmen pada tugas pendidikan mereka. Sementara itu, Mardia dari SDN 044 Buttulamba menceritakan bagaimana ia mengembangkan budaya positif dengan kesepakatan kelas, yang membantu mengatasi masalah antar murid dan memperkuat keterlibatan orang tua dalam kehidupan sekolah.
Rudiyanto dari SD Negeri 062 Pelitakan menambahkan bahwa dengan memanfaatkan aset yang ada di sekolahnya, seperti meja untuk panggung dan kolaborasi dengan orang tua untuk acara sekolah, ia berhasil menemukan bakat baru di antara murid-muridnya.
Para Guru Penggerak berharap agar materi budaya positif semakin diperkuat di masa depan, memungkinkan sekolah untuk bekerja sama lebih baik, meningkatkan keterlibatan komunitas sekolah, dan menghadapi tantangan dengan lebih efektif. Hal ini tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi individu tetapi juga untuk keseluruhan komunitas pendidikan.



