Vokasifest 2024: Pelatihan Branding Dorong Potensi Wirausaha Muda di Jabodetabek

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan murid dan guru SMK dalam bidang branding, mempersiapkan mereka untuk bersaing di pasar global. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi berkolaborasi dengan Indonesia Design Development Center (IDDC) untuk menyelenggarakan pelatihan ini, yang fokus pada penguasaan tren perilaku konsumen dalam meningkatkan branding produk di satuan pendidikan vokasi bidang fesyen, kuliner, dan animasi.

Menurut keterangan tertulis yang diterima InfoPublik pada Kamis, 18 Juli 2024, Plt. Direktur Mitras DUDI, Uuf Brajawidagda, menyebut langkah ini sebagai cara praktis bagi murid SMK untuk mengembangkan potensi mereka menjadi wirausahawan muda. “Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan ilmu dari para ahli. Dengan begitu, banyaknya produk yang dihasilkan oleh SMK dapat bersaing,” ujar Uuf.

Uuf menjelaskan bahwa SMK sebagai satuan pendidikan vokasi memiliki peran besar dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pendidikan vokasi juga berkontribusi dalam pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, dengan menyediakan tenaga kerja yang mampu mengelola dan mengembangkan bisnis secara lebih efektif. “Kemendikbudristek konsisten melakukan upaya-upaya untuk mempersiapkan SDM dengan kolaborasi bersama industri, termasuk dalam hal peningkatan usaha di bidang kreatif,” tambah Uuf.

Dengan adanya pelatihan ini, murid SMK di Jabodetabek diharapkan dapat lebih mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi kreatif Indonesia dengan menjadi wirausaha. Materi dan diskusi yang disampaikan oleh tim dari IDDC memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan oleh para peserta.

Salah satu peserta, Marsha Andriani, siswi kelas XI Desain Komunikasi Visual dari SMKN 49 Jakarta, sangat antusias dengan lokakarya ini. Menurut Marsha, ia jadi tahu bagaimana meningkatkan branding untuk produk desain kreatifnya. “Produk saya berupa tumbler, mug, dan sablon baju. Berdasarkan masukan dari pemateri IDDC, saya harus mencari keunikan dari produk tersebut,” kata Marsha.

Marsha menjelaskan bahwa dari pelatihan ini, ia mulai merombak branding produk desain kreatifnya dengan mengambil isu lingkungan. Bagi Marsha, isu lingkungan selalu hangat dibicarakan, seperti mengurangi sampah plastik. Sebagai peserta didik vokasi, Marsha bangga karena melalui pendidikan vokasi, ia dapat melatih bakatnya dengan kemampuan praktis di bidang desain kreatif. “Saya berinisiatif membuat produk yang lebih ramah lingkungan, mengubah kemasannya tanpa plastik, dan juga melakukan branding di media sosial terkait isu lingkungan,” jelasnya.

Lokakarya ini tidak hanya membahas produk di bidang animasi kreatif tetapi juga produk-produk di bidang kuliner dan fesyen. Agar lokakarya semakin menarik dan produktif, seluruh peserta sesuai dengan bidangnya melakukan diskusi dan mini pitching yang dievaluasi oleh narasumber dari IDDC. Menjadi bagian dari acara Vokasifest 2024, pelatihan ini pun merupakan momentum penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

Vokasifest adalah acara tahunan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek yang bertujuan untuk menunjukkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia melalui berbagai kegiatan yang melibatkan murid, guru, dan industri. Tahun ini, Vokasifest berkolaborasi dengan Gernas BBI dan GBWI, dua inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan kebanggaan terhadap produk dan destinasi wisata lokal Indonesia. Gernas BBI/BBWI X Vokasifest 2024 akan diselenggarakan pada 20—21 Juli 2024 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Pelatihan ini adalah langkah strategis yang sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi persaingan global. Dengan fokus pada branding dan penguasaan tren perilaku konsumen, pelatihan ini memberikan pengetahuan praktis yang sangat dibutuhkan untuk berhasil di pasar internasional. Kolaborasi antara pendidikan vokasi dan industri kreatif tidak hanya memperkaya kurikulum tetapi juga membangun jaringan yang dapat mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah, yang merupakan pilar penting dalam ekonomi Indonesia. Melalui pelatihan semacam ini, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pusat kreativitas dan inovasi di Asia, serta mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×