Kementan Maksimalkan Potensi Lahan di Aceh Utara untuk Peningkatan Pertanian!

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) akan fokus pada optimalisasi lahan rawa, baik yang tidak berada di wilayah irigasi (non-DIR) maupun lahan rawa yang sudah memiliki sistem irigasi.

“Kita tidak membuka sawah baru lagi, melainkan mengoptimalkan lahan rawa yang sudah ada dengan irigasi yang baik, pengolahan tanah yang lebih baik, dan menggunakan bibit yang tepat. Dengan begitu, indeks pertanaman (IP) bisa terdongkrak dan produksi meningkat,” ujar Menteri Amran dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (16/5/2024).

Menteri Amran melanjutkan bahwa upaya optimasi lahan rawa akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur air dan lahan melalui pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur yang ada. Ini akan membuat lahan pertanian menjadi lebih produktif dengan sistem tata air dan lahan yang tertata dengan baik.

“Pengelolaan air dan perbaikan infrastruktur irigasi sangat penting dalam mengelola lahan rawa,” tegas Menteri Amran.

Tujuan utama dari optimasi lahan rawa adalah untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang ada dan meningkatkan taraf hidup petani melalui pengembangan sistem irigasi dan berbagai komoditas pertanian serta peternakan.

“Optimasi lahan rawa tidak hanya berfokus pada pekerjaan konstruksi atau perbaikan jaringan irigasi dan pengolahan tanah,” kata Menteri Amran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menjelaskan bahwa optimasi lahan di Kabupaten Aceh Utara dilakukan pada lahan rawa seluas 500 hektare pada tahap pertama. Optimalisasi ini melibatkan penataan sistem tata air dan lahan yang telah dimanfaatkan.

“Sampai saat ini, telah dilakukan normalisasi saluran pembuang sepanjang 8.315 meter, pembuatan saluran pembawa sepanjang 230 meter, pembangunan talang air, gorong-gorong sebanyak satu unit, serta pembuatan pintu air dan gorong-gorong sebanyak dua unit. Pekerjaan ini telah berhasil mengairi lahan seluas 331 hektare, dan akan terus dilanjutkan hingga semua target tercapai,” jelas Ali Jamil.

Untuk kegiatan konstruksi optimasi lahan rawa pada tahun 2024, Ali Jamil menguraikan berbagai pilihan yang meliputi pembangunan atau rehabilitasi tanggul, pintu air, saluran irigasi, dan drainase.

Selain itu, juga akan dilakukan pengadaan pompa air, pipa atau gorong-gorong, pembuatan jembatan atau Jalan Usaha Tani (JUT), penyiapan atau pengolahan lahan, dan penanaman.

“Langkah awal untuk meningkatkan produksi padi akan dilakukan dengan memperluas area tanam melalui peningkatan Indeks Pertanaman dengan program optimasi lahan. Ini termasuk penataan tanggul, pembangunan pintu-pintu air, dan penggunaan pompa untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air serta mengurangi risiko banjir atau genangan air yang dapat merusak tanaman pertanian,” tutupnya.


Optimalisasi lahan rawa ini tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga membantu mengatasi tantangan iklim dengan memperbaiki sistem irigasi dan mengelola air secara efisien. Upaya ini menunjukkan bagaimana teknologi dan pengelolaan yang baik dapat mengubah tantangan menjadi peluang, mendukung ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas lokal sangat penting untuk memastikan bahwa solusi yang diterapkan berkelanjutan dan efektif dalam jangka panjang.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×