Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan apresiasi terhadap peran Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai mentor dalam membangun Sistem Pengendalian Intern Terintegrasi di Kementerian PUPR.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Basuki saat menjadi narasumber dalam acara Forum Nasional Pembentukan Karakter Inti Pengawasan yang diadakan oleh BPKP di Bogor, Jawa Barat pada Rabu (15/5/2024).
Beliau juga menekankan pentingnya mendorong budaya anti korupsi dan integritas di lingkungan kerja, terutama di Kementerian PUPR, untuk mendukung tata kelola pembangunan infrastruktur yang akuntabel dan profesional.
“Kami melihat BPKP tidak hanya sebagai mitra strategis, tetapi juga sebagai mentor dalam memperkuat pembangunan Sistem Pengendalian Intern Terintegrasi, termasuk dalam pengembangan Corruption Risk Assessment (CRA). Kami selalu meminta masukan dari BPKP dalam setiap kegiatan kami,” ujar Basuki.
Selama lima tahun terakhir, Kementerian PUPR terus melakukan inovasi dalam memperkuat pengendalian intern, seperti menerapkan konsep Three Lines Model dan membentuk Unit Kepatuhan Intern serta Inspektorat VI untuk meningkatkan pengawasan dan manajemen risiko.
Menteri Basuki juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan BPKP, yang membantu dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pengendalian intern di Kementerian PUPR.
Beliau berharap agar pegawai BPKP memiliki sikap berani sebagai contoh bagi pegawai lainnya, sehingga budaya integritas dan profesionalisme dapat menjadi bagian dari lingkungan kerja.
“Saya berharap karakter yang dibangun di BPKP dapat membantu dalam menciptakan organisasi yang kredibel, kompeten, dan dapat dipercaya di Kementerian PUPR,” ucap Menteri Basuki.
Selain itu, Menteri Basuki juga memberikan pesan kepada auditor muda BPKP untuk terus belajar dengan tekun dan profesional, serta memiliki sikap akhlakul karimah untuk memberikan manfaat kepada orang lain dan bekerja dengan nyaman, profesional, dan independen.



