Kolaborasi Global: Pelaku Budaya Indonesia Bersama Internasional Majukan Kebudayaan

Sebagai bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Program Residensi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2024. Program ini, yang dikelola oleh Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, bertujuan untuk memperkuat empat aspek tata kelola kebudayaan: pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.

Program ini menargetkan pelaku budaya dan komunitas budaya baik dalam maupun luar negeri. Tiga lokasi utama yang dipilih untuk program residensi ini adalah Tari Topeng Losari di Cirebon, Jawa Barat; Musikalisasi Pantun dan Tradisi Lisan di Pekanbaru, Riau; serta Olahraga Tradisional Jemparingan di D.I. Yogyakarta.

Partisipasi internasional dalam program ini sangat beragam, dengan pelaku budaya dari negara-negara seperti Australia, Meksiko, Italia, India, Kanada, Amerika Serikat, Brunei Darussalam, Belanda, Malaysia, Kolombia, Ekuador, Thailand, Yunani, Mesir, Filipina, Yordania, dan Polandia. Mereka akan berkolaborasi dengan 30 pelaku budaya nasional yang telah terseleksi untuk beresidensi di tiga lokasi tersebut bersama para ahli di bidang masing-masing.

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, menekankan bahwa kolaborasi ini tidak hanya merupakan bentuk diplomasi budaya Indonesia, tetapi juga upaya memperluas dan memperkuat jejaring pelaku budaya Indonesia di kancah internasional.

“Kami berharap peserta dapat berkolaborasi menghasilkan karya baru yang bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas dalam pemajuan kebudayaan Indonesia dan memperluas jejaring pelaku budaya kita di dunia internasional. Dukungan untuk keberlangsungan program ini sangat penting mengingat manfaat jangka panjangnya bagi Indonesia,” ujar Hilmar Farid pada Selasa (30/7).

Program Residensi Pemajuan Kebudayaan 2024 adalah pengembangan dari kegiatan Belajar Bersama Maestro yang sebelumnya hanya melibatkan pelaku budaya di bidang kesenian. Kini, program ini diperluas ke 10 titik Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) untuk memperkuat pemajuan kebudayaan secara lebih luas.

Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Restu Gunawan, menuturkan bahwa pembinaan terhadap OPK sangat penting dalam menjalankan amanat UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Kami berharap program ini menjadi sarana untuk melestarikan budaya Indonesia dan memperkenalkannya kepada generasi muda sebagai bentuk pembinaan pelaku budaya,” ungkap Restu.

Restu menjelaskan bahwa Program Residensi Pemajuan Kebudayaan dimulai dengan penyambutan dan jamuan makan malam resmi bagi seluruh peserta. Peserta nasional akan menuju lokasi residensi mereka, sementara peserta internasional akan diperkenalkan dengan khazanah budaya Indonesia di Jatiwangi Art Factory (JAF). Setelah itu, mereka akan bergabung dengan peserta nasional untuk belajar bersama pelaku budaya di tiga lokasi yang telah dipilih.

“Hasil dari program ini diharapkan menciptakan bentuk kolaborasi pelestarian OPK, seperti karya kreasi baru atau bentuk lain dari hasil residensi atau pembelajaran intensif bersama pelaku budaya. Karya-karya tersebut nantinya akan ditampilkan di Halaman Museum Fatahillah Kota Tua Jakarta pada September 2024,” tutup Restu.

Program Residensi Pemajuan Kebudayaan 2024 merupakan langkah strategis untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia. Dengan melibatkan pelaku budaya dari berbagai negara, Indonesia dapat memperluas jejaring dan kolaborasi internasional, yang sangat penting dalam era globalisasi saat ini.

Pelibatan pelaku budaya internasional juga dapat membawa perspektif baru dan inovasi dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia. Ini dapat memberikan inspirasi bagi pelaku budaya nasional dan menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Selain itu, program ini juga menjadi platform untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional, yang dapat meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia.

Melalui program ini, generasi muda Indonesia akan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli dan pelaku budaya internasional, yang dapat meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mereka. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan kebudayaan Indonesia dan mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa.

Secara keseluruhan, Program Residensi Pemajuan Kebudayaan 2024 adalah inisiatif yang sangat berharga dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah budaya internasional dan memastikan bahwa kekayaan budaya Indonesia terus dihargai dan dilestarikan oleh generasi mendatang.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×