Raih Prestasi di Tingkat Provinsi, Guru SLB Mawardy Dianugerahi Tiket Umrah

Seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi tahun ini semakin bergengsi dengan melibatkan enam kategori utama: Kepala SMA, Kepala SMK, Kepala SLB/PKLK, Guru SMA, Guru SMK, dan Guru SLB/PKLK Berprestasi. Ajang ini dirancang untuk menyoroti dedikasi luar biasa dari tenaga pendidik di Aceh yang terus berinovasi dan menjadi inspirasi.

Proses Seleksi Ketat dengan Fokus pada Inovasi

Seleksi dimulai melalui tahap penilaian daring, di mana para peserta diharuskan mengunggah video praktik pembelajaran terbaik serta portofolio yang mencakup berbagai aspek, seperti sertifikat keahlian, prestasi individu, karya literasi, teknologi, seni, dan dokumen pendukung lainnya. Dari sini, hanya yang terbaik yang dapat melanjutkan ke tahap penilaian langsung.

Pada kategori Guru SLB/PKLK, sebanyak 23 peserta berhasil lolos ke tahap akhir, yang kemudian diumumkan pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tingkat provinsi di halaman kantor gubernur Aceh.

Mawardy: Inspirasi dari Bireuen

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Martunis, menyampaikan bahwa apresiasi GTK Berprestasi akan terus menjadi program berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa di masa depan, penghargaan akan diperluas hingga mencakup tenaga kependidikan seperti operator sekolah dan tata usaha.

Salah satu momen paling membanggakan tahun ini datang dari Mawardy, yang akrab disapa Ardy, seorang guru SLB Bukesra Banda Aceh. Mawardy berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Guru SLB/PKLK Berprestasi. Sebagai hadiah utama, ia mendapatkan paket umrah ke Tanah Suci, sebuah penghargaan atas dedikasinya selama hampir 10 tahun mengajar anak-anak berkebutuhan khusus di provinsi Aceh.

“Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, dukungan keluarga, dan doa dari orang tua serta teman-teman di Bireuen. Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan penghargaan sebesar ini,” ujar Mawardy penuh haru.

Selain Mawardy, juara 2 mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp7.500.000, dan juara 3 meraih Rp5.000.000.

Meningkatkan Motivasi dan Dedikasi Tenaga Pendidik

Ajang apresiasi seperti ini memiliki dampak luar biasa dalam memotivasi guru dan tenaga kependidikan. Bukan hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga sebagai pemicu untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

Sebagai bagian dari pesan, Martunis mengajak para pemenang untuk menjadi teladan dan inspirasi bagi rekan-rekan sejawat. “Jadilah inspirator, inovator, dan panutan yang membawa perubahan positif bagi pendidikan di daerah kita,” tuturnya.

Menghargai Guru Adalah Investasi Jangka Panjang

Penghargaan semacam ini bukan hanya soal memberikan apresiasi, tetapi juga soal menanamkan semangat pada setiap tenaga pendidik bahwa kontribusi mereka sangat berarti bagi kemajuan bangsa. Guru seperti Mawardy, yang dengan penuh dedikasi mengabdikan hidupnya untuk anak-anak berkebutuhan khusus, adalah contoh nyata bagaimana pendidikan mampu menyentuh kehidupan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Program ini juga membuktikan bahwa inovasi dalam pendidikan tidak harus datang dari kota besar. Daerah seperti Aceh, dengan kekayaan budayanya, juga mampu melahirkan pendidik luar biasa yang menginspirasi.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×