Keajaiban Gunung Sewu: Geopark Global UNESCO yang Memukau Dunia

Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam pariwisata desa, salah satunya adalah Desa Wisata Nglanggeran di Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta. Desa ini menawarkan daya tarik yang unik dengan kehadiran Gunung Api Purba Nglanggeran, sebuah geosite di kawasan Gunung Sewu yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark sejak 2015. Keindahan desa ini semakin diakui dunia ketika pada 2021, United Nations World Tourism Organization (UNWTO) menganugerahkan gelar Best Tourism Village kepada Desa Nglanggeran, menyoroti keindahan alam, kearifan lokal, serta pengelolaan yang inovatif dan berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata berbasis masyarakat mampu menjadi motor utama dalam memajukan perekonomian desa sekaligus melestarikan lingkungan. Gunung purba di Nglanggeran yang berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut menawarkan panorama menakjubkan, terutama saat matahari terbit dan terbenam, menjadikannya destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun, keunikan Desa Nglanggeran tidak hanya pada lanskapnya. Wisatawan yang berkunjung juga dapat menikmati pengalaman edukasi yang dikembangkan sejak 2007, mulai dari belajar tradisi lokal hingga pertanian berkelanjutan, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat yang ramah dan penuh inovasi. Inovasi ini berhasil menggabungkan pariwisata dengan nilai edukatif, memberikan pengalaman yang tak hanya menyenangkan tetapi juga mendalam bagi pengunjung. Pengakuan global seperti penghargaan Best Tourism Village yang diraih pada 2 Desember 2021 di Madrid, Spanyol, semakin mengukuhkan posisi Desa Nglanggeran sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Menteri Pariwisata kala itu, Sandiaga Uno, bahkan menyebut penghargaan ini sebagai cerminan harmoni antara masyarakat, pengelola, dan pemerintah dalam memajukan pariwisata sebagai penggerak pembangunan desa.

Keberhasilan Desa Nglanggeran juga menunjukkan pentingnya tata kelola yang berfokus pada keberlanjutan. Desa ini berhasil memenuhi sembilan kriteria ketat UNWTO, seperti keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta promosi budaya dan pengembangan pariwisata. Peran aktif masyarakat dalam pengelolaan desa, inovasi wisata edukasi, dan komitmen terhadap konservasi lingkungan menjadi kunci keberhasilannya. Penghargaan ini juga membawa angin segar bagi pemulihan ekonomi pascapandemi, membuktikan bahwa pariwisata berbasis masyarakat mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi kesenjangan ekonomi di pedesaan. Dengan berbagai penghargaan dan pengakuan internasional, Desa Nglanggeran kini menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Indonesia untuk mengembangkan potensi lokal mereka.

Ke depan, harapannya Desa Nglanggeran terus menjaga inovasi dan keberlanjutan, agar tetap menjadi destinasi unggulan di kancah global. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa desa kecil di Yogyakarta mampu bersaing di panggung internasional, memberikan harapan besar bagi masa depan pariwisata Indonesia. Dengan kombinasi keindahan alam, kearifan lokal, dan pengelolaan yang berkelanjutan, Desa Nglanggeran membuktikan bahwa pariwisata berbasis desa tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang pelestarian budaya, lingkungan, dan kesejahteraan bersama.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×