Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menghadiri acara peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar oleh DPP Partai Gerindra di Jakarta. Dalam sambutannya, Muzani mengungkapkan bahwa Undang-Undang (UU) Disabilitas yang disahkan pada 2016 adalah hasil dari ide dan gagasan yang berasal dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa komitmen Prabowo terhadap inklusivitas telah terwujud melalui kebijakan konkret.
“Pak Prabowo memiliki tekad untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang disabilitas mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari negara. Ketika itu, banyak dari mereka belum merasakan perlindungan yang layak. Maka, bersama Pak Hashim, beliau mendorong lahirnya UU Disabilitas untuk menjamin hak-hak mereka sesuai amanat negara,” ungkap Muzani. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa perjuangan bagi kelompok disabilitas membutuhkan keberanian politik dan empati mendalam.
Acara tersebut menjadi momen istimewa dengan hadirnya Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, serta perwakilan dari 21 komunitas disabilitas dan puluhan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra. Kehadiran mereka tidak hanya menunjukkan solidaritas, tetapi juga komitmen untuk memperkuat implementasi kebijakan inklusif di berbagai sektor.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi refleksi atas perjalanan panjang perjuangan hak disabilitas di Indonesia. Kehadiran tokoh-tokoh penting menunjukkan bahwa persoalan ini tidak bisa hanya menjadi wacana, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Partai politik, sebagai salah satu penggerak utama kebijakan, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa regulasi seperti UU Disabilitas benar-benar berdampak pada kehidupan masyarakat.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, komunitas disabilitas, dan DPR, peringatan ini menegaskan bahwa inklusivitas harus menjadi pilar pembangunan. Ini bukan sekadar tentang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas, tetapi juga menciptakan lingkungan di mana mereka bisa berkembang dan berkontribusi sepenuhnya. Harapan ini hanya bisa terwujud jika semua elemen bangsa berkolaborasi untuk memastikan hak-hak disabilitas diimplementasikan secara optimal.



