PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah bermitra dengan Microsoft untuk mengembangkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan Machine Learning. Kerja sama ini bertujuan mendukung inklusi keuangan di Indonesia dengan menghadirkan inovasi layanan perbankan yang lebih maju, terutama di bidang teknologi informasi, guna menjangkau lebih banyak masyarakat yang belum terakses layanan perbankan.
“Walaupun banyak nasabah sudah familiar dengan teknologi digital, mereka tetap memerlukan interaksi manusia untuk merasa aman dan percaya pada layanan perbankan. Oleh karena itu, di BRI, kami mengembangkan teknologi yang dihumanisasi, untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan membangun kepercayaan,” ungkap Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Arga M. Nugraha, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (13/5/2024).
Arga menambahkan bahwa teknologi canggih digunakan untuk meningkatkan aksesibilitas sambil mempertahankan interaksi personal melalui agen perbankan dan layanan nasabah. “Kolaborasi BRI dan Microsoft berfokus pada pentingnya adopsi AI, seperti teknologi GPT melalui Azure OpenAI Service untuk Chatbot Sabrina,” ujarnya. Sabrina kini dapat memahami bahasa daerah dan berbagai gaya bahasa Indonesia, sehingga mampu menanggapi query yang lebih kompleks, dan mengelola lebih dari 38 persen traffic Call Center BRI.
Sebelumnya, BRI telah memanfaatkan big data melalui platform BRIBRAIN untuk meningkatkan performa AgenBRILink dan tenaga pemasar BRI. BRIBRAIN memberikan insight tentang nasabah yang berpotensi menjadi agen, merekomendasikan agen-agen untuk dinaikkan kelasnya, hingga memberikan leads untuk akuisisi debitur mikro. Arga juga menjelaskan bahwa BRIBRAIN mengadopsi Generative AI dan Cognitive Search untuk meningkatkan efisiensi kerja frontliner seperti customer service dan agen call center melalui platform WISE (Working Instruction Search Engine), yang mempermudah pencarian informasi dan prosedur, mempercepat alur informasi, dan mengefisienkan pelayanan nasabah.
Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, menyatakan bahwa bekerja sama dengan BRI adalah sebuah kehormatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia melalui pemanfaatan generative AI Microsoft. “Kami berharap paparan BRI di acara Microsoft Build: AI Day Jakarta yang dihadiri ribuan developer tanah air, bisa menginspirasi lahirnya inovasi dan solusi baru berbasis generative AI di berbagai sektor, mentransformasi peluang menjadi kenyataan, menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ke depannya, BRI berencana terus mengeksplorasi potensi kerja sama dan meningkatkan adopsi teknologi AI dari Microsoft. Salah satu tujuannya adalah meningkatkan otomasi pekerjaan dan proses pengembangan, yang diharapkan dapat mempercepat inovasi dan memberikan nilai baru bagi nasabah.
Kemitraan antara BRI dan Microsoft ini menekankan pentingnya inklusi keuangan sebagai fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Diharapkan, kolaborasi ini akan menghasilkan berbagai terobosan untuk mempermudah akses layanan perbankan bagi lebih banyak nasabah. Argumen yang mendukung ini adalah bahwa inovasi teknologi yang diadopsi oleh BRI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperkuat hubungan antara bank dan nasabah, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.



