Dubes Al Busyra dan Delegasi Indonesia Promosikan Toleransi melalui Dialog Antaragama di Ethiopia

Di Wisma KBRI, Dubes Al Busyra dan timnya memberikan sambutan hangat kepada delegasi Indonesia yang baru tiba. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Al Busyra menyoroti kemajuan signifikan yang telah dicapai Ethiopia dalam berbagai sektor.

“Untuk meningkatkan pemahaman tentang Ethiopia dan Afrika secara lebih luas, kita perlu mengadakan kegiatan seperti dialog intensif dan publikasi yang mendalam,” ujar Dubes Al Busyra dalam siaran resminya yang diterima InfoPublik pada Minggu (4/8/2024).

Dubes Al Busyra juga mengungkapkan dukungannya terhadap acara dialog antaragama yang akan digelar. Acara ini akan melibatkan tokoh dan akademisi dari Indonesia dengan tujuan utama untuk memperkuat toleransi dan mencari solusi bagi berbagai konflik keagamaan.

Acara bertajuk Diplomacy of Religious Moderation to Build Interfaith Dialogue ini akan menampilkan sejumlah pembicara terkemuka dari Indonesia, termasuk Prof. Rosihon Anwar dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Dr. Olivia Cherly Wuwung dari IAKN Manado, Dr. Sunarso dari STAKN Pontianak, dan Sulaiman Girivirya dari STABN Raden Wijaya Wonogiri.

Dari pihak Ethiopia, acara ini akan menampilkan narasumber seperti Ambaye Ogato dari Ethiopian National Dialogue Commission, Dr. Abraham Dalu dari Ethiopia Adventist College, Dr. Melese Madda dari Hawassa University, dan Muhammed Ali dari Dilla University.

Selain dialog antaragama, delegasi Kemenag juga akan menjalin kerja sama dengan beberapa kampus di Ethiopia, termasuk Ethiopia Adventist College/Kuyera Adventist University, Gondar University, dan Madda Walabu University.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang Ethiopia dan Afrika, sekaligus memperkuat kerja sama dalam pendidikan dan diplomasi moderasi agama antara Indonesia dan Ethiopia. Dubes Al Busyra berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan toleransi dan merumuskan solusi untuk konflik keagamaan di kedua negara, menjadikannya sebagai langkah strategis dalam membangun hubungan yang lebih harmonis.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×