Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Stadion Utama Sumatra Utara (Sumut) di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, pada Selasa (15/10/2024). Peresmian ini menandai lahirnya fasilitas olahraga modern berstandar internasional, yang diharapkan menjadi pusat kegiatan dan pembinaan olahraga di Provinsi Sumatra Utara.
Pusat Pembinaan dan Prestasi Atlet untuk Masa Depan
Stadion ini dirancang untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional, terutama di cabang sepak bola, dengan menghadirkan fasilitas bertaraf global. Harapannya, stadion ini tak hanya menjadi tempat penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan atlet muda. Jokowi menekankan pentingnya pemanfaatan stadion ini secara maksimal untuk memastikan generasi muda mendapatkan ruang dan dukungan untuk berkembang dalam bidang olahraga.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan pesan kepada Pemerintah Daerah Sumatra Utara agar stadion dirawat dan dimanfaatkan dengan baik. “Setelah PON XXI, stadion ini harus segera diserahkan kepada klub-klub sepak bola di Sumatra Utara agar tetap terawat dan digunakan secara maksimal,” ujar Jokowi. Hal ini menjadi langkah strategis agar fasilitas megah ini tidak hanya menjadi monumen tetapi terus aktif mendorong kemajuan olahraga di Sumut dan Indonesia.
Desain Modern dan Ramah Lingkungan: Ikon Baru Sumatra Utara
Stadion yang berdiri di atas lahan 48.420 meter persegi ini memiliki bangunan seluas 27.452 meter persegi dengan kapasitas 25.750 penonton. Desainnya terdiri dari tiga lantai dengan tribun untuk VIP, media, penonton umum, dan difabel. Selain itu, fasilitas penunjang seperti ruang pemain, hall VVIP, dan lanskap hijau di sekeliling stadion menambah kenyamanan bagi atlet maupun penonton.
Menariknya, Stadion Utama Sumut mengusung konsep bangunan hijau dan berkelanjutan. Menurut Essy Asiah, Direktur Prasarana Strategis Kementerian PUPR, stadion ini dilengkapi panel surya yang mengurangi konsumsi energi hingga 17 persen. Selain itu, sistem pencahayaan alami di stadion juga dioptimalkan untuk mengurangi penggunaan listrik, sekaligus membuat stadion ini memenuhi standar Bangunan Gedung Hijau (BGG).
Lebih dari sekadar teknologi modern, desain fasad stadion mengadopsi elemen budaya Suku Batak dan Adat Melayu. Konsep ini menjadi bentuk kearifan lokal yang memperkaya estetika bangunan dan menegaskan identitas budaya Sumatra Utara di panggung internasional.
Dukungan Infrastruktur Lengkap dan Aksesibilitas Optimal
Agar stadion ini dapat digunakan dengan optimal, Kementerian PUPR juga membangun infrastruktur pendukung, seperti jalan akses utama sepanjang 2,1 km dan jalan dalam kawasan sepanjang 1,1 km. Selain itu, stadion dilengkapi dengan sistem air bersih, gardu PLN, jaringan telepon, dan pagar keliling untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna.
Proyek besar ini digarap oleh konsorsium PT Adhi Karya, PT PP, dan PT Penta KSO, dengan manajemen konstruksi oleh PT Jaya CM dan PT Ciriajasa KSO, menggunakan anggaran APBN sebesar Rp587 miliar. Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatra Utara bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan proyek ini.
Memupuk Optimisme dan Membangun Masa Depan Olahraga
Peresmian stadion ini juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Penjabat Gubernur Sumatra Utara Agus Fatoni. Acara simbolis penyerahan bola kepada anak gawang menegaskan pesan motivasi Jokowi kepada generasi muda untuk terus berprestasi. “Stadion ini bukan hanya fasilitas, tetapi ruang bagi para atlet muda untuk bermimpi besar dan berjuang menggapainya,” tambah Jokowi.
Selain sebagai arena olahraga, stadion ini diharapkan menjadi pusat komunitas dan kegiatan masyarakat, menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan di Sumatra Utara. Pengalaman PON XXI menunjukkan bahwa stadion berkualitas tinggi dapat memupuk kebanggaan daerah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga.
Stadion Utama Sumatra Utara siap menjadi ikon baru dan simbol dari komitmen Indonesia dalam meningkatkan prestasi olahraga. Lebih dari sekadar infrastruktur, stadion ini menjadi investasi masa depan bagi atlet muda dan kebangkitan olahraga nasional.



