Di bawah langit malam yang berselimut suara jangkrik dan desiran angin dingin menusuk tulang, suasana di sekitar Embung Bansari terasa begitu magis. Namun, dinginnya udara pegunungan tak mematahkan semangat sekelompok anak muda yang dengan jaket tebalnya tetap asyik bermain gitar di depan deretan tenda merah-oranye. Mereka bernyanyi, bercanda, dan menatap ribuan lampu yang berkelap-kelip di kejauhan, seolah berbicara dengan bintang-bintang.
Itulah sedikit gambaran dari kegiatan kemah para pemuda Kelurahan Jampirejo, Temanggung, saat menikmati akhir pekan di Embung Bansari. Berlokasi di Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, embung ini tidak hanya berfungsi sebagai penampung air hujan untuk irigasi, tetapi juga menyuguhkan panorama alam yang memukau. Terletak di ketinggian 1.300 meter di lereng Gunung Sindoro, Embung Bansari disebut sebagai embung tertinggi di Jawa Tengah.
Dibangun sejak 2019 dan diresmikan pada 2021 oleh Presiden Joko Widodo, embung ini mampu menampung 8.588 meter kubik air dan melayani irigasi hingga 100 hektare lahan pertanian, termasuk tanaman tembakau yang menjadi andalan Kabupaten Temanggung. Dengan luas lahan mencapai 18.519 hektare yang tersebar di 19 kecamatan, tembakau dari wilayah ini setiap tahunnya menghasilkan hingga 14.815 ton. Kehadiran embung menjadi solusi penting bagi para petani yang sebelumnya sering mengalami kekeringan di musim kemarau.
Namun, Embung Bansari tidak hanya menjadi penyelamat sektor pertanian. Kawasan ini juga berkembang menjadi destinasi wisata favorit, terutama karena lokasinya yang menyajikan pemandangan spektakuler. Dari sini, pengunjung bisa menikmati hamparan hijau kebun tembakau, serta megahnya Gunung Sindoro dan Sumbing yang berdiri kokoh di hadapan mata. Jika cuaca cerah, keindahan sembilan puncak gunung lain seperti Merbabu, Telomoyo, dan Ungaran juga bisa terlihat.
Mengapa Embung Bansari Wajib Dikunjungi?
Selain panoramanya, fasilitas di Embung Bansari dirancang untuk kenyamanan wisatawan. Mulai dari area parkir luas, lokasi camping ground, hingga konsep campervan yang memudahkan keluarga membawa kendaraan roda empat untuk berkemah. Tiket masuk yang terjangkau (Rp5.000 per orang) menjadi nilai tambah, apalagi pengelola menyediakan sewa tenda bagi pengunjung yang ingin bermalam tanpa harus membawa perlengkapan sendiri.
Pengalaman di sini semakin lengkap dengan berbagai aktivitas yang ditawarkan. Berjalan di area pedestrian yang mengelilingi embung, menikmati santapan hangat di warung lokal, hingga memberi makan ratusan ikan mas dan nila yang berenang di embung adalah beberapa kegiatan yang tak boleh dilewatkan. Suhu malam yang bisa mencapai 14 derajat Celsius di puncak musim kemarau memberikan sensasi berbeda, menjadikannya sempurna untuk bersantai bersama teman atau keluarga.
Namun, jangan lupa bahwa di kawasan ini belum tersedia listrik. Jadi, pengunjung disarankan membawa powerbank atau sumber daya tambahan agar tetap bisa mengabadikan momen atau mengisi daya perangkat elektronik. Dan tentu saja, jaket tebal serta selimut menjadi teman wajib untuk menghalau dingin.
Bagi Anda yang menginginkan pengalaman lebih dramatis, cobalah datang saat pagi hari untuk menikmati suasana “negeri di atas awan,” ketika awan Cumulus menutupi dataran rendah di bawah. Pada malam hari, kilau ribuan lampu dari rumah-rumah warga hingga kapal-kapal di Laut Jawa menjadi daya tarik yang sulit dilupakan.
Meski akses menuju lokasi belum dilayani transportasi umum, jalanan menuju Embung Bansari sudah mulus. Dari pusat kota Temanggung, embung ini dapat dicapai dalam 45 menit berkendara. Bagi yang ingin menikmati suasana terbaik, datanglah saat musim kemarau untuk mendapatkan pemandangan paling hijau dari kebun tembakau warga.
Embung Bansari: Lebih dari Sekadar Destinasi
Lebih dari sekadar tempat wisata, Embung Bansari adalah contoh nyata bagaimana infrastruktur dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan potensi pariwisata lokal. Keberadaan embung ini tidak hanya membantu petani, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengelolaan wisata.
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo jadwalkan perjalanan Anda ke Embung Bansari, nikmati udara pegunungan yang segar, dan rasakan keindahan alam Nusantara yang memukau. Dengan mengunjungi tempat ini, Anda bukan hanya mendapatkan pengalaman tak terlupakan, tetapi juga turut mendukung perkembangan wisata lokal. Jangan lupa untuk bangga menjelajahi keindahan negeri sendiri!



