Komandan Satgas Laut (Dansatgasla) Latihan Bersama (Latma) Keris Woomera 2024, Kolonel Laut (P) Cokorda G.P. Pemayun, melakukan kunjungan kehormatan ke kapal induk HMAS Adelaide L01 milik Australian Defense Force (ADF), yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, pada Senin (11/11/2024). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian latihan gabungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan ADF, yang bertujuan untuk memperkuat hubungan kerja sama operasional dan meningkatkan kesiapsiagaan kedua angkatan bersenjata.
Latma Keris Woomera 2024 mengusung tema “Komando Gabungan Bersama (Kogabma) TNI-ADF Melaksanakan Operasi Gabungan Bersama di Wilayah Situbondo dalam Rangka Menjaga Stabilitas Kawasan” dan dilaksanakan antara 1 hingga 17 November 2024, di dua lokasi utama: Pulau Bathurst di Australia dan Situbondo di Indonesia. Latihan ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan interoperabilitas dan sinergi antara TNI dan ADF, yang tidak hanya memperkuat kerja sama bilateral tetapi juga mempersiapkan kedua negara untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di kawasan Indo-Pasifik.
Kolonel Cokorda menekankan bahwa latihan ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan kedua angkatan bersenjata dalam mengatasi ancaman bersama, yang dapat mempengaruhi stabilitas regional. Menurutnya, Latma Keris Woomera 2024 adalah kesempatan berharga bagi Indonesia dan Australia untuk mempererat hubungan strategis mereka dan meningkatkan kesiapsiagaan operasional dalam menghadapi ancaman yang ada. “Latihan ini sangat penting dalam memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia dan Australia, sekaligus memastikan kita siap menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Kolonel Cokorda.
Latihan ini juga mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat keamanan regional, sebuah langkah penting dalam menjaga stabilitas kawasan. Latma Keris Woomera 2024 bukan hanya memperdalam hubungan bilateral tetapi juga membangun fondasi yang lebih kokoh dalam menghadapi ancaman global yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan. Kolaborasi yang terjalin dalam latihan ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan kapasitas kedua negara dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan yang strategis ini.



