Perhelatan ASEAN University Games (AUG) ke-21 yang berlangsung dari 25 Juni hingga 6 Juli 2024 di Surabaya dan Malang, Jawa Timur, secara resmi ditutup. Kontingen Indonesia berhasil mencetak sejarah dengan menjadi Juara Umum, meraih total 296 medali, yang terdiri dari 126 medali emas, 99 medali perak, dan 71 medali perunggu. Thailand berada di posisi kedua dengan 131 medali (53 emas, 50 perak, 28 perunggu), sementara Malaysia menempati posisi ketiga dengan 104 medali (38 emas, 47 perak, 63 perunggu).
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti, menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih para atlet mahasiswa Indonesia. “Indonesia telah mencatat sejarah baru dengan perolehan emas terbanyak sepanjang penyelenggaraan AUG dan menjadi Juara Umum. Ini adalah pencapaian luar biasa yang mencerminkan dedikasi, kerja keras, dan semangat juang para atlet mahasiswa Indonesia,” kata Suharti dalam Upacara Penutupan AUG ke-21 di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang (UM), Sabtu (6/7).
Suharti juga memuji seluruh delegasi yang berpartisipasi dalam kompetisi ini. “Anda semua adalah bintang harapan bangsa, telah menunjukkan dedikasi, semangat juang, dan kerja keras yang luar biasa. Setiap tetes keringat, setiap langkah maju yang Anda ambil adalah bukti bahwa Anda adalah pahlawan olahraga masa kini,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Suharti mengingatkan bahwa perjalanan meraih prestasi belum berakhir. “Ingatlah, kemenangan sejati bukan hanya tentang medali yang Anda raih, tetapi seberapa besar usaha dan kegigihan Anda dalam bertarung,” pesan Suharti. Ia juga mendorong para atlet untuk tetap semangat dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang. “Jangan pernah menyerah menghadapi rintangan, karena setiap kesulitan adalah batu pijakan menuju puncak keberhasilan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Rektor Universitas Negeri Malang, Hariyono, juga memberikan ucapan selamat kepada kontingen Indonesia. “Selamat atas pencapaian penting ini. Ini merupakan pencapaian luar biasa,” katanya.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, turut mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan Kontingen Indonesia. “Prestasi gemilang ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kita semua, tetapi juga menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan semangat juang tinggi dari para atlet mahasiswa kita,” ucap Maria. Ia juga berterima kasih kepada para pelatih, ofisial, dan pihak-pihak terkait yang telah memberikan dukungan penuh. “Kemenangan ini bukan hanya milik para atlet, tetapi juga hasil kerja keras dan kolaborasi dari seluruh tim yang terlibat,” tambahnya.
Farrel Armandio Tangkas, salah satu peraih medali emas cabang olahraga renang, menyatakan kepuasannya terhadap akomodasi yang mendukung performa maksimal para atlet. “Saya sangat senang dan terkejut bisa meraih medali emas, terutama karena saya masih terkena jet lag setelah pulang dari training camp di Amerika,” ungkap Farrel. Ia mengaku telah mempersiapkan diri sejak awal tahun untuk AUG 2024, di tengah padatnya agenda pelatnas dan berbagai uji coba serta latihan untuk kualifikasi olimpiade.
Nadia Ramadona, peraih medali emas cabang pencak silat, juga membagikan pengalamannya. “Mengikuti AUG 2024 sangat berkesan dan penuh pembelajaran. Para peserta sangat kompetitif, dan semangat olahraga bisa menyatukan individu dari latar belakang berbeda,” ujarnya. Nadia, mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga di Universitas Negeri Jakarta yang juga peraih medali perunggu dalam kompetisi Olahraga Siswa Nasional 2021, merasa bahagia, terharu, dan bersyukur atas pencapaiannya. “Semua usaha, kerja keras, dan pengorbanan yang telah saya lakukan akhirnya terbayar lunas,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan ini, Indonesia tidak hanya membuktikan kualitas atletnya, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mengembangkan olahraga di kalangan mahasiswa. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.



