Di balik pesona alam Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, tersimpan kekayaan budaya Suku Dayak Tomun yang tetap lestari hingga kini. Salah satu tradisi yang penuh makna adalah Festival Babukung, sebuah perayaan yang menggabungkan kehidupan dan kematian dalam keseimbangan dengan alam.
Kabupaten Lamandau sendiri, yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah, adalah wilayah yang kaya akan warisan budaya dan tradisi lokal. Sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat, Lamandau memiliki lanskap alam yang memukau dengan bukit-bukit hijau dan hamparan perkebunan sawit. Tak hanya keindahan alamnya, kabupaten ini juga dihuni oleh masyarakat Suku Dayak Tomun, yang hingga kini masih mempraktikkan gaya hidup berburu dan berladang yang sudah turun-temurun.
Rumah-rumah panggung khas Dayak, yang terbuat dari kayu ulin, menjadi pemandangan umum di sini. Bahkan, beberapa rumah masih digunakan sebagai lumbung padi yang dikelola bersama oleh komunitas, menandakan kuatnya nilai kebersamaan di antara masyarakat Dayak Tomun. Mereka juga memproduksi mandau, senjata tradisional Dayak yang digunakan untuk berburu, yang menjadi simbol kekuatan dan keahlian mereka. Selain itu, hasil pertanian seperti jahe merah dan jahe putih juga menjadi komoditas yang diminati di pasaran.
Mayoritas masyarakat Dayak di Lamandau memegang teguh kepercayaan Kaharingan, sebuah agama asli yang menjadi pusat berbagai ritual adat mereka. Upacara pengorbanan ternak, seperti babi atau ayam, sering kali dilakukan untuk menghormati pohon-pohon yang dianggap suci. Tradisi menginang, yang mirip dengan nginang di Jawa, juga masih dilestarikan. Uniknya, mereka yang masih mempraktikkan tradisi ini biasanya tidak merokok seumur hidup mereka, menunjukkan pengaruh kuat dari nilai-nilai leluhur dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, meskipun beberapa orang mungkin merasa sedikit canggung karena perbedaan budaya, masyarakat Dayak sebenarnya sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin mempelajari dan mengenal lebih dalam budaya mereka. Terbukti, salah satu cara untuk merayakan dan menjaga warisan ini adalah melalui Festival Babukung, yang telah menjadi agenda tahunan di Nanga Bulik, ibu kota Kabupaten Lamandau.
Festival Babukung bukan hanya sekadar upacara kematian, melainkan sebuah perayaan yang menyatukan manusia, leluhur, dan alam. Festival yang pertama kali diadakan pada tahun 2014 ini merayakan kehidupan dan kematian dalam harmoni, dengan fokus pada tarian dan topeng tradisional. Tahun ini, pada tanggal 8—10 Agustus 2024, festival ini menandai perayaan ke-10 dengan tema “Menjaga Tradisi, Merawat Bumi, Mengarungi Era Digitalisasi”. Tema ini mencerminkan bagaimana festival tidak hanya mempertahankan tradisi kuno tetapi juga menyesuaikan diri dengan era modern, menarik minat generasi muda yang hidup di era digital.
Salah satu acara utama yang paling dinanti adalah karnaval Luha, di mana para penari Bukung mengenakan topeng-topeng yang melambangkan berbagai karakter hewan. Mereka menari untuk menghibur keluarga yang sedang berduka, sekaligus menunjukkan solidaritas sosial yang mendalam dalam masyarakat Dayak Tomun. Topeng-topeng ini tidak hanya simbol budaya, tetapi juga menunjukkan rasa hormat kepada alam dan leluhur.
Festival Babukung juga menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik seperti lomba tari topeng, workshop ukir topeng, adventure trail, hingga bazar produk UMKM lokal. Bahkan, tahun ini festival berhasil mencetak rekor MURI untuk 1.000 Tatakup, menandakan betapa besar antusiasme masyarakat dalam melestarikan tradisi mereka.
Tidak hanya menjadi ajang hiburan, festival ini menjadi sarana penting bagi masyarakat lokal untuk menjaga dan merawat nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur mereka. Pemkab Lamandau berharap bahwa dengan terus diadakannya Festival Babukung, generasi muda akan lebih memahami dan menghargai kekayaan budaya yang ada di sekitar mereka.
Bagi masyarakat Dayak Tomun, festival ini adalah cara untuk merayakan kehidupan, menjaga jati diri mereka, dan menyelaraskan diri dengan alam yang mereka hormati. Jadi, jika kamu mencari pengalaman budaya yang otentik, Festival Babukung di Nanga Bulik harus masuk dalam daftar kunjunganmu! Selain bisa menikmati keindahan alam Lamandau, kamu juga akan disuguhkan dengan warisan budaya yang begitu mendalam dan memukau.



