Menteri Investasi: Libatkan Masyarakat, Kunci Sukses Proyek Investasi Daerah!

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia kembali menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek investasi di daerah, terutama dalam industri gula dan bioetanol.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bahlil saat Rapat Koordinasi Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, yang berlangsung di Kantor Kementerian Investasi/BKPM pada Rabu (15/05/2024).

Sebelumnya, pada Jumat (19/4/2024), Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Pembentukan Satgas ini bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan investasi perkebunan terintegrasi dengan industri gula, bioetanol, dan pembangkit listrik biomassa di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Menindaklanjuti Keppres tersebut, pemerintah akan mengembangkan perkebunan tebu terintegrasi dengan industri gula dan bioetanol seluas dua juta hektare di Kabupaten Merauke, yang dibagi menjadi empat klaster dan melibatkan investor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

Bahlil, yang juga merupakan Ketua Satgas, menegaskan kepada investor bahwa selain memperhatikan hak-hak masyarakat setempat, mereka juga harus melibatkan masyarakat lokal dalam operasional usahanya.

“Saya katakan bahwa kita boleh berinvestasi di sana, tetapi kita harus memastikan hak-hak daerah. Hak-hak daerah harus kita perhatikan, pelepasan tanah adat harus diperhatikan. Dan harus ada orang daerah yang ikut dalam usaha tersebut,” kata Bahlil dalam siaran pers yang diterima InfoPublik pada Kamis (16/5/2024).

Kepala BKPM juga menjelaskan tentang skema kemitraan inti plasma yang akan diterapkan dalam pengembangan perkebunan tebu terintegrasi di Kabupaten Merauke. Dalam skema ini, investor akan membantu plasma atau masyarakat setempat dalam mengembangkan perkebunan yang dikelola oleh masyarakat lokal.

Dukungan ini bisa berupa pembiayaan, bantuan teknologi, dan berbagai pembinaan lainnya, agar plasma mendapatkan hasil panen yang kemudian akan diolah oleh investor. Hal ini harus dilakukan agar industri dan masyarakat setempat bisa maju bersama-sama. Keberhasilan skema inti plasma akan memberikan manfaat bagi berbagai pihak.

“Agar tidak terjadi situasi di mana inti maju, tetapi plasmanya mati. Seperti yang sering terjadi pada perkebunan sawit kita. Inti hidup, plasma mati. Kepentingan nasional terwujud, ketahanan pangan tercapai. Investasi berkembang, keuntungan didapat. Tetapi masyarakat lokal dan daerah juga harus mendapatkan bagian. Tidak boleh diabaikan. Ini adalah satu kesatuan,” ujar Bahlil.

Melibatkan masyarakat lokal dalam proyek investasi tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan proyek tersebut. Ketika masyarakat setempat merasa menjadi bagian dari proyek dan mendapatkan manfaat langsung, mereka akan lebih mendukung dan menjaga keberlangsungan investasi tersebut. Selain itu, hal ini juga membantu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat lokal, serta mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi di daerah tersebut. Kolaborasi yang baik antara investor dan masyarakat lokal adalah kunci untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif dan berkelanjutan.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×