Indonesia saat ini sedang memasuki fase ageing population, di mana proporsi penduduk lanjut usia (lansia) semakin meningkat. Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2023, hampir 12 persen atau sekitar 29 juta penduduk Indonesia masuk kategori lansia.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa jumlah lansia di Indonesia akan terus meningkat hingga 2045. Diperkirakan, Indonesia akan memiliki 20 persen atau sekitar 50 juta jiwa lansia. Hal ini disampaikannya saat Diseminasi Hasil Penelitian yang dilakukan oleh tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) di IMERI FKUI, Jakarta pada Kamis (11/12/2024).
Dengan meningkatnya jumlah populasi lansia, Indonesia perlu berupaya menjaga kesehatan lansia agar mereka tetap sehat, aktif, dan bahagia. Salah satu upaya tersebut adalah dengan melakukan skrining kesehatan.
“Skrining kesehatan tersebut harus dilakukan secara maksimal, yaitu didukung oleh pengetahuan medis yang lebih baik. Salah satunya adalah apa yang disampaikan pada diseminasi hasil penelitian ini,” kata Wamenkes Dante pada Jumat (12/7/2024).
Penelitian yang diseminasi dengan tema “Longevity in Indonesian Population: Nutrition and Health Status, Dietary Intake, and Lifestyle Profile from Gili Iyang and Miduana Villages” ini merupakan studi tentang daerah-daerah di Indonesia yang memiliki penduduk berusia lebih dari 100 tahun, tetapi masih dapat berkegiatan secara aktif.
Wamenkes Dante juga menyebutkan empat pilar utama dalam menjaga keseimbangan hidup para lansia, yaitu gaya hidup, lingkungan, nutrisi dan kesehatan, serta faktor sosial-ekonomi.
Penelitian singkat selama enam bulan ini dilakukan di dua wilayah yaitu di Dusun Miduana Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan Pulau Gili Iyang di Madura, Jawa Timur. Kedua wilayah ini terkenal di media sosial karena memiliki populasi berusia panjang, bahkan beberapa di antaranya berusia lebih dari 100 tahun dan masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari.
Menariknya, kedua wilayah ini memiliki geografi dan cuaca yang sangat berbeda. Dusun Miduana mewakili lingkungan yang sejuk, sedangkan Pulau Gili Iyang mewakili wilayah pesisir. Meskipun memiliki perbedaan geografis, terdapat kesamaan dalam aspek gaya hidup, aktivitas fisik, psikologis, dan sosial-ekonomi lansia di kedua wilayah ini yang berkontribusi pada panjang usia yang sehat dan aktif.
Wamenkes Dante juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang berkontribusi dalam penelitian ini. Menurutnya, penelitian ini dapat menambah wawasan tentang kesehatan lanjut usia, terutama mengenai bagaimana meningkatkan kualitas hidup hingga usia lanjut.
“Hasil penelitian yang diseminasikan akan sangat bermanfaat bagi kami dan akan mendukung kami dalam memformulasikan kebijakan untuk mewujudkan lansia Indonesia yang tidak hanya panjang umurnya, namun menjadi lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif,” ucap Wamenkes Dante.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi lansia yang berusia lebih dari 90 tahun tetapi tetap aktif. Dengan demikian, Wamenkes Dante mengatakan bahwa hal ini dapat menjadi contoh potensial untuk masa depan, memberikan gambaran bahwa proses penuaan yang sehat bukan sekadar keniscayaan.
Memasuki fase ageing population memberikan tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia. Di satu sisi, meningkatnya jumlah lansia memerlukan perhatian lebih dalam penyediaan layanan kesehatan dan kesejahteraan sosial. Namun di sisi lain, lansia yang sehat, aktif, dan produktif dapat menjadi aset berharga bagi masyarakat. Mereka dapat berkontribusi dalam berbagai aspek, termasuk dalam mentransfer pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga kesehatan lansia melalui skrining kesehatan, promosi gaya hidup sehat, dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan lansia sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan berdaya saing.



