Dalam langkah mencapai visi besar “Indonesia Emas 2045,” Andreas Dipi Patria, Kepala Biro Komunikasi Kemenko Marves, menekankan bahwa pengembangan sektor maritim harus menjadi landasan utama. Menurut Andreas, sektor ini sangat penting untuk mencapai tujuan strategis Indonesia dalam menjadi negara berpendapatan tinggi di masa depan.
Dalam pernyataannya pada Minggu (22/9/2024), Andreas menjelaskan bahwa laut memainkan peran penting dalam berbagai aspek, termasuk sosial, ekonomi, dan perubahan iklim global. “Sekitar 3 miliar orang di dunia mengandalkan laut dan keanekaragaman hayati pesisir untuk mata pencaharian mereka,” ungkapnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya sektor maritim tidak hanya bagi Indonesia, tapi juga dalam konteks global.
Ketika berbicara di Musyawarah Besar 3 Seminar Kelautan dan Perikanan di Universitas Riau, Andreas memaparkan bahwa meskipun ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat berkat inflasi rendah, tantangan global yang akan dihadapi pada 2025 bisa sangat besar. Oleh karena itu, penguatan sektor maritim menjadi kunci agar Indonesia tetap dapat bertahan dan bahkan berkembang di tengah dinamika ekonomi dunia.
Lebih lanjut, Andreas menekankan visi Indonesia untuk menjadi Poros Maritim Dunia, sebuah konsep yang terinspirasi dari kejayaan maritim di masa lalu, ketika Indonesia menjadi pusat peradaban laut. Namun, ia menekankan bahwa visi ini tidak akan terwujud tanpa pembangunan yang berbasis maritim, sejalan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Argumen ini menyoroti bahwa pemanfaatan potensi geografis Indonesia belum optimal, dan dengan langkah yang tepat, negara ini bisa kembali mengukir prestasi maritim global.
Salah satu poin krusial yang Andreas sampaikan adalah pentingnya inovasi dalam berbagai sektor. Ia menekankan bahwa pengembangan SDM, riset, dan teknologi harus menjadi prioritas untuk menghadapi tantangan masa depan. “Dari tujuh pilar dalam Indeks Inovasi Global, Indonesia masih perlu memperkuat sektor SDM, penelitian, dan teknologi,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa tanpa peningkatan signifikan di bidang ini, Indonesia akan sulit bersaing dengan negara-negara yang sudah lebih maju dalam hal inovasi.
Indonesia tidak boleh berpuas diri dengan posisi ekonominya saat ini. Jika ingin mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan kembali menjadi pusat peradaban maritim dunia, inovasi dan penguatan sektor maritim harus menjadi prioritas utama.



