Sawahku Terang, Petani Riang

Program mekanisasi pertanian memerlukan sumber energi yang efisien, dan pengalaman para petani menunjukkan bahwa tenaga listrik adalah jawabannya. Gatot (59), Ketua Kelompok Tani Mekar Sari di Desa Sukorejo, Ponogoro, Jawa Timur, mengungkapkan kegembiraannya dengan program electrifying agriculture (EA) atau elektrifikasi pertanian yang diterapkan di desanya. Program ini mampu mengurangi biaya operasional pertanian hingga tiga kali lipat. Sebagai perbandingan, menggunakan pompa diesel biasanya menghabiskan biaya Rp1.500.000, sementara dengan pompa listrik hanya diperlukan Rp500.000.

Menurut Tenaga Ahli Madya Bidang Mekanisasi dan Alsintan PLN, Astu Unadi, penggunaan pompa listrik lebih efisien dibandingkan pompa diesel. Pompa diesel berkekuatan 8 HP memerlukan biaya Rp22.000 per jam, sementara bensin Rp13.700 per jam. Dengan pompa listrik, biaya yang dikeluarkan hanya Rp6.800 per jam, dengan asumsi pemakaian 3,75 kilowatt per jam.

Elektrifikasi pertanian ini disediakan oleh PLN di berbagai daerah, terutama di sentra produksi pertanian. Kabupaten Ponorogo, misalnya, berpotensi meningkatkan panen hingga empat kali dalam setahun setelah mengikuti program ini. Dinas Pertanian menyebut program EA ini mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) hingga IP400, yang berarti empat kali panen dalam setahun.

Hingga 20 April 2024, ada 13.967 pelanggan di Kabupaten Ponorogo yang berpartisipasi dalam program EA, dengan total daya mencapai 53.020.650 VoltAmpere (VA). Peningkatan jumlah pelanggan EA menunjukkan tren positif peralihan dari pompa air berbahan bakar diesel ke pompa air listrik yang lebih efisien.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, Agus Kuswardoyo, menjelaskan bahwa elektrifikasi di sektor pertanian adalah bagian dari program ekstensifikasi PLN. PLN siap melayani kebutuhan listrik dari berbagai sektor, termasuk pertanian, perikanan, dan industri. Sektor pertanian di Jawa Timur memiliki 150.801 pelanggan dengan total daya tersambung 1.202 MVA.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menambahkan bahwa melalui program EA, PLN mendukung pelaku usaha di sektor agrikultur untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Program ini juga menjadikan kegiatan usaha lebih ramah lingkungan. “Kami yakin bahwa penggunaan berbagai inovasi teknologi agrikultur berbasis listrik akan membuat pelaku usaha lebih modern dan produktif dibandingkan menggunakan energi fosil,” kata Darmawan.

Capaian program EA ini tak lepas dari dukungan Kementerian Pertanian (Kementan). Program listrik masuk sawah adalah bagian dari modernisasi dan mekanisasi pertanian. Istilah EA di beberapa daerah dikenal sebagai listrik masuk sawah (LMS) atau gerakan listrik masuk sawah (Gelisah).

Program LMS digunakan untuk menggerakkan mesin pompa air, alat olah lahan, mesin pembuatan kompos, alat panen dan pascapanen, serta lampu perangkap hama. Namun, penggunaan kawat listrik untuk jebakan tikus sawah dilarang keras karena berbahaya bagi keselamatan jiwa.

Di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, program LMS mencakup pengembangan lebih dari 17.000 sumur submersible untuk mengairi lahan kering tadah hujan, memungkinkan petani menanam padi tiga kali setahun (IP300). Di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, lebih dari 23.000 sumur submersible digunakan untuk memompa air dari dalam tanah, meningkatkan indeks pertanaman hingga IP300 atau lebih.

Program elektrifikasi pertanian ini tidak hanya terbatas pada Jawa Tengah dan Jawa Timur, tetapi juga menyebar ke daerah lain. Kehadiran pompa air yang menggunakan tenaga listrik kini menjadi berkah bagi para petani, memberikan mereka kesempatan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam budi daya pertanian mereka. Ini menunjukkan bahwa dengan penerapan teknologi yang tepat, sektor pertanian dapat mencapai hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×