Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari mengadakan Workshop on Artificial Insemination Management for African Countries, yang dihadiri oleh 18 pejabat tinggi dari negara-negara Afrika.
Lokakarya ini adalah hasil kerja sama antara Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) dengan BBIB Singosari, dan dibuka oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Nasrullah, pada 9 Juli 2024 di Auditorium BBIB Singosari, Malang.
Menurut Nasrullah, lokakarya ini merupakan implementasi dari kesepakatan kerja sama Indonesia-Afrika yang ditandatangani oleh Presiden RI pada kunjungan kenegaraan akhir 2023. “Hari ini kita implementasikan hasil kunjungan Bapak Presiden untuk kerjasama di subsektor peternakan, khususnya teknologi inseminasi buatan yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara Afrika untuk peningkatan mutu genetik dan populasi ternak,” kata Nasrullah dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (11/7/2024).
Teknologi inseminasi buatan di Indonesia telah berkembang pesat, didukung dengan peralatan yang sangat memadai, sehingga dapat ditransformasikan ke negara-negara dan peternak peserta workshop. Nasrullah menambahkan bahwa pelatihan ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu manajerial dan teknis, yang nantinya akan dilanjutkan dengan pendampingan ke negara-negara peserta.
Sementara itu, Tormarbulang Lumbantobing, Direktur Utama LDKPI, menyatakan bahwa workshop ini adalah bagian dari diplomasi Indonesia dalam membantu pembangunan, khususnya di sektor peternakan negara-negara Afrika. “Kami sangat mendukung bagaimana skill dan pengalaman terbaik yang kita miliki dapat dibagikan dengan negara lain. Sebagai bangsa yang senang berbagi, bahkan di saat kesulitan, kita masih memikirkan negara lain,” ujar Tormarbulang.
Sebagai informasi, BBIB Singosari adalah salah satu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, yang bertugas melaksanakan produksi, pemasaran, dan pemantauan mutu semen unggul ternak, serta pengembangan inseminasi buatan. Kepala BBIB Singosari, Akbar, menyatakan bahwa pihaknya berupaya mendukung swasembada daging sapi dengan mengembangkan potensi sapi lokal melalui peningkatan produksi. “Melalui penggunaan semen beku sexing, diharapkan angka kelahiran ternak betina terutama sapi perah meningkat, sehingga percepatan populasi ternak sapi potong dan perah nasional dapat tercapai,” kata Akbar.
Workshop ini berlangsung dari 9 hingga 21 Juli 2024, diikuti oleh perwakilan dari Madagascar, Senegal, Tanzania, Mozambique, Kenya, Zimbabwe, Sudan, Nigeria, dan Ethiopia.
Lokakarya ini bukan hanya tentang transfer teknologi, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih kuat antara Indonesia dan negara-negara Afrika. Dengan berbagi pengetahuan dan teknologi, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk berperan aktif dalam pembangunan global. Ini juga membuka peluang bagi kolaborasi lebih lanjut di sektor-sektor lain, memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis bagi negara-negara berkembang. Selain itu, keberhasilan teknologi inseminasi buatan di Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam mengembangkan sektor peternakan mereka, yang pada akhirnya dapat meningkatkan ketahanan pangan global.



