Siswa Indonesia Sabet Emas Internasional Lewat Inovasi Ramah Lingkungan

Siswa Indonesia kembali mencetak prestasi membanggakan di kancah internasional. Kali ini, inovasi luar biasa dari siswa SMA Labschool Cibubur sukses mengharumkan nama bangsa di ajang Thailand Inventors Day yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Ajang ini bukan kompetisi biasa, karena diikuti oleh 699 tim dari berbagai negara, tanpa batasan usia maupun tingkat pendidikan, sehingga persaingan berlangsung sangat ketat.

Namun, tantangan tersebut tak membuat tim Indonesia gentar. Mereka, yang masih duduk di kelas X SMA Labschool Cibubur, hadir dengan inovasi brilian berupa biopestisida ramah lingkungan bernama Spyte. Produk ini terbuat dari limbah teh hitam dan ekstrak cabai, yang dirancang untuk mengatasi serangan ulat daun teh tanpa merusak ekosistem. Dengan presentasi bertajuk “Spyte: Bio Pesticide from Black Tea Waste (Camellia Sinensis) and Chili (Capsicum Frutescens) Extract Against Tea Worms (Chrysodeixis Chalcites)”, inovasi ini berhasil menarik perhatian para juri dan mengantarkan tim meraih medali emas.

Ketua tim penelitian, Inspira Ainunnisa, menegaskan bahwa Spyte dikembangkan dengan konsep keberlanjutan. Tak hanya efektif membasmi hama, biopestisida ini juga ramah lingkungan serta aman digunakan untuk tanaman di pekarangan rumah. “Upaya pemberantasan hama ini harus dipastikan tidak merusak lingkungan hidup,” ujarnya. Hal ini menjadi poin penting, mengingat banyak pestisida kimia yang justru memberikan dampak buruk bagi ekosistem dalam jangka panjang.

Keunggulan Spyte tidak hanya didasarkan pada ide semata, tetapi juga telah melewati serangkaian uji laboratorium ketat. Produk ini diuji secara fitokimia di Departemen Kimia Universitas Indonesia untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Bahkan, Spyte telah resmi terdaftar dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan nomor EC002024260665 pada 24 Desember 2024. Langkah ini membuktikan bahwa inovasi anak bangsa tak hanya berhenti di konsep, tetapi juga mendapat pengakuan legal.

Proses pengembangan Spyte bukan perjalanan yang mudah. Tim telah melakukan riset panjang, mulai dari uji toksisitas pada tanaman teh, pengujian homogenitas, hingga analisis pH di Laboratorium UI. Sebelum melangkah ke ajang internasional, mereka juga melakukan simulasi presentasi dalam bahasa Inggris di sekolah untuk memastikan kesiapan mereka dalam menjelaskan inovasi secara profesional di depan juri internasional.

Tim Spyte terdiri dari Inspira Ainunnisa (ketua), Nayla Larasati, Erin Pramesthi Putri, M. Hafiz Ahyan, Nayaka Pramudya, dan Imanda Sekar. Kepulangan mereka ke tanah air disambut dengan penuh kebanggaan oleh para guru dan orang tua di SMA Labschool Cibubur, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka.

Lebih dari sekadar memenangkan medali emas, prestasi ini menjadi simbol dari inovasi, keberlanjutan, dan semangat generasi muda Indonesia. Keberhasilan mereka membuktikan bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian dan lingkungan. Semoga pencapaian ini dapat menginspirasi lebih banyak siswa untuk terus berkarya, menciptakan solusi kreatif, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di dunia internasional.

Share this post :

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Create a new perspective on life

Your Ads Here (365 x 270 area)
Latest News
Categories

Subscribe our newsletter

Purus ut praesent facilisi dictumst sollicitudin cubilia ridiculus.

Home
Search
Explore
Menu
×